Studio Dapur Ajak Masyarakat Pakai Produk dari Anyaman Bambu

Lewat Studio Dapur, Mega yang awalnya hanya berkolaborasi dengan dua perajin, kini bertambah jadi sembilan perajin yang terlibat.

Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
Studio Dapur saat workshop menganyam bahan dari bambu, Minggu (5/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Apakah Anda masih menggunakan peralatan dapur yang dibuat dari anyaman bambu?

Di zaman yang semakin berkembang dan canggih ini, penggunaan peralatan yang terbuat dari bahan bambu semakin berkurang.

Hal ini membuat lulusan mahasiswa Itenas Desain Produk Mega Puspita, Alain Bunjamin, dan Maulana Fariduddin melakukan penelitian mengenai produk yang terbuat dari anyaman.

Mega Puspita (25) mengatakan bermulanya penelitian ini, mereka membuat Studio Dapur yang bergerak melalui produk anyaman.

"Kami ingin mengaktifkan dan menjaga aktivitas anyaman bambu di Singaparna, Tasikmalaya," ujar Mega di Jalan Arcamanik, Minggu (5/8/2018).

Hakim Tolak Praperadilan Status Tersangka Luna Maya dan Cut Tari di Video Mesum

Teka-teki Pendamping Prabowo di Pilpres 2019, dari Rekomendasi GNPF Ulama Sampai Perwakilan Milenial

Mega mengatakan di desa itu banyak perajin bambu yang harus ditingkatkan supaya nilai jual belinya semakin tinggi.

Di desa tersebut juga banyak memiliki lahan bambu yang cukup luas hingga menjadi mata pencaharian warga sekitar.

produk anyaman bambu.
produk anyaman bambu. (Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati)

"Jika aktivitas menganyam di desa itu mati, maka lahan bambunya akan dihilangkan menjadi perumahan," ujar Mega.

Mega juga menjelaskan, secara natural tumbuhnya pohon bambu juga memiliki banyak manfaat karena tumbuh di sekitar sungai.

Ingin tetap menjaga aktivitas anyaman bambu, Mega bersama teman-temannya berkolaborasi dengan perajin di daerah Singaparna untuk membuat anyaman bambu dengan kualitas yang berbeda.


Studio Dapur yang baru saja berjalan sejak Desember 2017 kini mulai diperkenalkan kepada masyarakat luas.

"Penjualan kami dilakukan di Bandung, Jakarta, dan Bali. Kami campaign ke masyarakat untuk kembali ke dapur untuk menggunakan anyaman," ucapnya.

Produk yang berhasil dibuat dari Studio Dapur di antaranya keranjang, nampang, tudung saji, lampu, tablewear, dan rak bambu.

Lewat Studio Dapur, Mega yang awalnya hanya berkolaborasi dengan dua perajin, kini bertambah jadi sembilan perajin yang terlibat.

"Harga produk yang dijual di Studio Dapur mulai dari Rp 85.000 hingga Rp 1,2 juta," ujar Mega.

Mega berharap dengan adanya Studio Dapur, perajin di Singaparna semakin banyak terlibat aktivitas menganyam. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved