Linmas dan PSM Kiaracondong Langsung Turun, Tangani Tuna Wisma di Apotek Griya Farma Babakan Sari

Camat Kiaracondong, Tarya mengatakan, pihaknya bukan kali pertama berurusan dengan kedua tuna wisma tersebut.

Linmas dan PSM Kiaracondong Langsung Turun, Tangani Tuna Wisma di Apotek Griya Farma Babakan Sari
instagram/elisrosmiati8
Seorang tuna wisma dan anaknya yang masih kecil, tiduran di teras Apotek Griya Farma di Jalan Babakan Sari No 147 Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kabag Humas Pemkot Bandung, Yayan A Briliyana melalui rilis tertulis yang diterima Tribun Jabar menyebutkan, anggota Linmas dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Kiaracondong langsung turun tangan, menindaklanjuti keresahan warga terhadap keberadaan tuna wisma di depan Apotek Griya Farma di Jalan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.

Dua orang tuna wisma itu yakni perempuan dewasa dan anak laki-laki itu acap kali mengganggu warga dan konsumen apotek yang berlokasi di Jalan Babakan Sari No 147 tersebut.

Seorang petugas Apotek Griya Farma, Elis Rosmiati menjelaskan, ia sejak lama mengetahui adanya kedua tuna wisma itu. Dulu tidak terlalu sering tinggal di depan tempatnya bekerja. Akan tetapi akhir-akhir ini mulai sering ada di teras apotek, tiduran bahkan si anak lelaki kadang-kadang masuk ke dalam apotek.

Teriakan Persib Juara Bergema di Stadion GBLA, Mario Gomez: Kita Fight, Perjuangan Masih Panjang

"Sering tidur di teras apotek, terus anaknya yang dia bawa suka manggil-manggil konsumen yang datang ke apotek. Sementara ibunya kalau bicara suka kasar banget, gak enak didengar. Apalagi kalau ditegur karena anaknya masuk ke apotek, dia langsung marah-marah," ujar Elis melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (4/8/2018) malam. 

Camat Kiaracondong, Tarya mengatakan, pihaknya bukan kali pertama berurusan dengan kedua tuna wisma tersebut. Ketika memperoleh kabar adanya keresahan masyarakat atas aktivitas keduanya anggota Linmas Kecamatan dan PSM diturunkan untuk menanganinya. 

"Bukan baru kali ini saja. Sebelumnya, kami juga pernah menangani tuna wisma tersebut," kata Tarya.

Namun demikian, lanjutnya, karena perangai wanita tuna wisma itu yang emosional membuat petugas kecamatan tidak mudah menanganinya. "Saat petugas kami meminta keterangan, dia tidak punya KTP, bahkan sempat melawan," ujar Tarya.

Sebagai langkah tindak lanjut, pihak Kecamatan Kiaracondong langsung berkoordinasi dengan tim Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung

"Selanjutnya kami tinggal menunggu URC Dinsosnangkis. Mudah-mudahan konsumen maupun petugas Apotek Griya Farma tidak lagi terganggu," kata Tarya. 

Halaman
12
Penulis: Ichsan
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved