Pemkot Bandung dan KLHK Sepakati Program Pengelolaan Sampah Terpadu di DAS Citarum

Pemkot Bandung bersama dengan lima kabupaten/kota lainnya menandatangani kerja sama pengelolaan sampah terpadu di DAS Citarum bersama KLHK

ISTIMEWA
Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial menerima nota kesepahaman kerja sama program pengelolaan sampah terpadu di Daerah Aliran Sungaui (DAS) Citarum dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dari Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jumat (3/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama dengan lima kabupaten/kota lainnya, yakni Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, dan Kota Bekasi melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama program pengelolaan sampah terpadu di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Hotel Le Meridien Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Penandatanganan MoU tersebut merupakan pelaksanaan Perpres Nomor 15 Tahun 2018, tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum yang ditetapkan pada tanggal 15 Maret 2018.

Breaking News: Tabrakan di Depan Rumah Mode Jalan Setiabudi Bandung, 4 Mobil Rusak Parah

4 Fitur WhatsApp yang Jarang Dipakai Penggunanya, Padahal Sangat Bermanfaat

Dari kesepakatan tersebut, KLHK akan membangun sarana fasilitas pengolahan sampah yang dilakukan secara bertahap, seperti Pusat Daur Ulang (PDU), Bank Sampah Induk (BSI), Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS), Tempat Sampah Terpilah (TST), motor sampah, serta pemberian edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di enam kabupaten/kota tersebut.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan sistem pengelolaan sampah terpadu akan segera dibangun.  Pembangunan tersebut akan melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar DAS Citarum.


"Ada 13 kabupaten/kota yang dilakukan pendampingan pembangunan sarana pengelolaan sampahnya,” ujarnya melalui rilis Pemkot Bandung yang di himpun Tribun, Jumat (3/8/2018)

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, Pemkot Bandung saat ini tengah berupaya keras untuk mengurangi produksi sampah di masyarakat, dimana salah satunya, dengan mendirikan sejumlah bank sampah.

Dari 1.585 RW yang ada di Kota Bandung, lebih dari 200 RW telah memiliki bank sampah.

“Target kita membangun bank sampah di setiap RW. Karena melalui bank sampah bisa mereduksi sekitar 30 persen sampah. Selain itu, melalui bank sampah, pengelolaan sampah bisa memiliki nilai ekonomis,” ucap pria yang akrab di sapa mang Oded tersebut.

Oded mengatakan, pengendalian sampah di Kota Bandung telah berjalan selama 5 tahun terakhir. 

Dalam waktu dekat, Pemkot Bandung juga akan meluncurkan “Gerakan Bandung Bersih”.

Melalui gerakan ini, diharapkan masyarakat bisa semakin mengurangi debit sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Mudah-mudahan program ini bisa segera dilaksanakan dan mendapat dukungan dari semua pihak terutama masyarakat,” katanya. (*).

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved