Breaking News:

Lima Jari Tangannya Nyaris Putus, Iman Minta Dipulangkan dari Arab Saudi

Ketua Harian pelaksana DPC Astakira Kabupaten Cianjur, Sutisna R Hakim mengatakan, pihaknya akan membantu pengaduan warga Bandung Barat tesebut.

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Askatira Kabupaten Cianjur menunjukkan sejumlah foto luka yang dialami Iman Safaat (42) TKI asal Bandung Barat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Iman Safaat (42) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Rongga RT 01/07, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, lima jari tangannya nyaris hilang karena mengalami kecelakan saat mengoperasikan mesin di sebuah perusahaan di Arab Saudi.

Sementara, kakak kandung Iman, Asep Melati (45) mendatangi DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaruan Cianjur untuk melapor dan ingin memulangkan adiknya tersebut ke Indonesia.

"Saya mendapat kabar dari adik saya pada tanggal 21 Juli 2018, bahwa ia mengalami kecelakaan saat bekerja hingga mengakibatkan lima jari tangan kanannya hampir putus," ujar Asep Melati Kaka Kandung TKI saat mengadu ke Astakira P Cianjur, di Kecamatan Bojongpicung.

Ia mendapat kabar terakhir adiknya tersebut dalam keadaan tertekan hingga menangis dan minta secepatnya dipulangkan.

Api Lalap Rumah Berlantai Dua di Astana Anyar, Korsleting Listrik Diduga jadi Pemicunya

Pihak keluarga sempat kebingungan untuk memulangkan adiknya tersebut ke Indonesia. Lalu ia mendengar kabar bahwa ada lembaga sosial di Cianjur yang bisa membantu untuk pemulangan.

"Awalnya saya bisa ke sini karena ada kabar dari teman bahwa Astakira bisa membantu untuk pemulangan," katanya.

Ketua Harian pelaksana DPC Astakira Kabupaten Cianjur, Sutisna R Hakim mengatakan, pihaknya akan membantu pengaduan warga Bandung Barat tesebut.

Meskipun luar wilayah, kata Sutisna, karena ini sudah menjadi keharusan bagi Astakira Cianjur untuk mengadvokasi TKI.

Makhluk Berkaki Delapan Ini Tumbuh dan Berkembang Biak di Wajah Manusia, Berkerabat dengan Laba-laba

"Kami tadi langsung komunikasi melalui sambungan telepon dengan TKI tersebut, bahwa ia betul - betul perlu dibantu. Karena TKI tersebut hingga sekarang tetap harus bekerja meskipun sakit akibat kecelakaan," kata Sutisna.

Sutisna mengatakan, Astakira Cianjur akan secepatnya meminta bantuan dan sekaligus membuat laporan ke BNP2TKI dan Kemenlu. Tapi menurut Sutisna pihaknya belum bisa menyimpulkan tentang dugaan penganiayaan yang dialami TKI tersebut oleh majikan.

"Kami belum bisa menyimpulkan terkait dugaan penganiayaan. Yang jelas kami akan memulangkan dulu TKI nya termasuk menuntut hak-haknya," katanya.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved