Kampus

Hadapi Era Digital, 22 Kampus di Jabar Susun Kurikulum Revolusi Industri 4.0

Mahasiswa Komunikasi perlu memahami dan mengerti Revolusi Industri 4.0 agar siap terjun ke dunia kerja

Hadapi Era Digital, 22 Kampus di Jabar Susun Kurikulum Revolusi Industri 4.0
ISTIMEWA
ILUSTRASI --- 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 22 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Barat menggodok kurikulum baru guna mengantisipasi Revolusi Industri 4.0.

"Mahasiswa Komunikasi perlu memahami dan mengerti Revolusi Industri 4.0 agar siap terjun ke dunia kerja," ungkap Dr Betty Tresnawaty, M.IKom di Cipanas Garut (2/8/2018), seperti tertulis dalam rilis yang diterima TribunJabar.id, Kamis (2/8/2018).

Betty yang juga dosen komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjelaskan, komunikasi saat ini dan di massa mendatang akan didominasi dengan sistem digital, untuk itu mahasiswa komunikasi perlu mendapat bekal ilmu pengetahuan tentang media digital dan aplikasinya.

Pada dasarnya mahasiswa sudah larut dalam dunia digital namun masih dalam batas sebagai pengguna.


Pasar dunia digital terus berkembang sehingga dengan bekal pengetahuan tentang media digital dan aplikasinya akan memudahkan mahasiswa untuk mengembangkan karier, baik saat masih duduk di bangku kuliah maupun yang telah jadi alumni perguruan tinggi.

Sampah Berserakan Masih Jadi Masalah Kawasan Wisata Geyser Cisolok, Ciletuh-Pelabuhan Ratu

Kini eranya serba real time. Maka, kurikulum kampus khsusnya yang menyelenggarakan program studi komunikasi juga perlu mengikuti agar bisa mengembangkan diri.

"Saat ini banyak komunitas anak muda bahkan mahasiswa yang mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan media digital, tanpa meninggalkan bangku kuliah," ungkap Betty.

Betty yang menjadi moderator pada pembahasan Kurikulum berbasis Revolusi Industri 4.0 mengungkapkan, mendapat dukungan dari dosen komunikasi senior dari UNPAD Dr Atwar Bajari, MSi dan Dr Asep Suryana, MSi. Kedua dosen ini sudah malang melintang menjadi narasumber di bidang media digital.

Pinjam Uang Lewat Fintech, Perempuan Ini Merasa Dibuat Bak Penjahat Hingga Dipecat dari Pekerajaan

Perguruan tinggi yang ikut hadir pada kegiatan ini merespon positif. Perguruan tinggi tersebut tergabung dalam Asosiasi Prodi Komunikasi (Aspikom) Korwil Jabar.

"Pada dasarnya kebutuhan untuk memenuhi era Revolusi Industri 4.0 sudah mendesak, maka Aspikom menggagas pertemuan ini," tutur Betty.

Pelatih Persib Bandung Bakal Lakukan Rotasi Pemain di Laga Melawan Sriwijaya FC

Intinya, lanjut Betty, perguruan tinggi ingin mempersiapkan sumber daya manusia yang mumpuni dan memenuhi kebutuhan zamannya. Bahkan SDM dari Prodi Komunikasi diharapkan jadi agen pembaharu di era Revolusi Industri 4.0.

"Kalau saat ini masih dalam tahap pengguna atau sebut saja sebagai pasarnya, maka kelak setelah lulus harus mampu membuka lapangan usaha berbasis media digital," ungkap Betty. (*)

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved