BMKG Prediksi Gelombang Tinggi Hantam Bagian Selatan Jawa hingga September 2018
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang tinggi berlangsung hingga September 2018.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang tinggi berlangsung hingga September 2018.
Bahkan, potensi gelombang di sepanjang garis pantai bagian selatan, khususnya Pulau Jawa dan termasuk Jawa Barat bisa mencapai 3 hingga 5 meter.
"Kalau gelombang di pantai utara Jawa diprediksi hanya 1 - 1,5 meter," ujar Deputi Kepala BMKG Bidang Meteorologi, Mulyono R Prabowo, dalam Sekolah Lapang Iklim (SLI) Nelayan di Hotel Santika Cirebon, Jl Wahidin, Kota Cirebon, Kamis (2/8/2018).
Ia mengatakan, perbedaan tinggi gelombang itu dipengaruhi faktor cuaca.
Saat ini, sudah memasuki masa musim kemarau dan diperkirakan berlangsung hingga bulan depan.
• Anda Ditawari Investasi Tidak Logis? Laporkan Saja ke OJK
• Cara Iriawan Lepas Lelah Kala Padatnya Aktivitas
Angin musim kemarau berembus dari arah selatan atau benua Australia sehingga gelombang tinggi sangat berpotensi di pantai bagian selatan Jawa.
"Saat musim hujan anginnya berembus dari utara dan mengakibatkan gelombang tinggi banyak terjadi di pantai utara Jawa," ujar Mulyono R Prabowo.
Namun, tidak menutup kemungkinan saat musim kemarau gelombang tinggi juga bakal terjadi di pantai utara.
Waode Sofia Ikut Audisi KDI Karena Ingin Renovasi Rumah, Begini Wujud Rumahnya yang Sederhana https://t.co/0iC2g3GADZ via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 2, 2018
Bahkan, tinggi gelombang di pantai bagian utara bisa mencapai 3 meter.
"Biasanya saat kondisi yang cukup konsisten di selatan, celah Selat Sunda bisa memberi kontribusi," kata Mulyono R Prabowo. (*)
