Citarum Harum

Pangdam III Siliwangi Pastikan Pelaku Pembuangan Limbah ke Sungai Citarum Berhadapan dengan Hukum

Pelaku industri yang masih membuang limbah langsung ke Sungai Citarum, akan berurusan langsung dengan hukum jika tetap membandel.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Besar Harto Karyawan menjawab pertanyaan awak media usai kegiatan Gebyar edukasi 3R KKN Tematik Citarum Harum, di Katapang, Kabupaten Bandung, Selasa (31/7) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelaku industri yang masih membuang limbah langsung ke Sungai Citarum, akan berurusan langsung dengan hukum jika tetap membandel.

"Langkah ke depan yang akan kita lakukan, hukum akan tetap kita tegakkan. Kalau mereka masih bandel membuang limbahnya, maka akan berhadapan dengan hukum, ini akan diproses dan ditindaklanjuti oleh Polda Jabar juga dari pengadilan," ujar Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, kepada wartawan usai acara Gebyar edukasi 3R KKN Tematik Citarum Harum di Katapang, Kabupaten Bandung, Selasa (31/7).

Ia menghimbau agar industri mentaati aturan dan komitmen yang sudah disepakati, yaitu mempunyai instalansi pengolahan air limbah (IPAL) dan memperbaiki IPAL yang sudah ada sesuai kapasitas yang harus sesuai kemampuan produksi yang ada.

Bahkan menurutnya, dalam waktu dekat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut binsar Pandjaitan, akan segera memanggil dan mengumpulkan para pelaku yang masih membandel tersebut.

Mereka akan diberikan peringatan agar tidak melakukan pembuangan limbah ke sungai Citarum

"Kami terus melakukan himbauan kepada para pelaku (pembuang limbah) industri untuk mentaati apa yang menjadi komitmen. Komitmen mereka, yaitu menyediakan IPAL yang sesuai dengan kapasitas kemampuan industri mereka. Jadi kalau mereka meningkatkan kemampuan industri maka IPAL-nya juga harus seimbang," ucapnya.

Sedangkan pihaknya selaku badan ekosistem, bertindak untuk membatasi dan mengisolasi dari dampak pencemaran yang lebih luas terjadi di Sungai Citarum.

"Kami terus mengingatkan mereka agar sadar, bahwa apa yang mereka lakukan itu dengan cara meracuni sungai  adalah salah dan sama saja dengan membunuh generasi kita," ujar dia.

Disinggung akan adanya rencana penambahan personel dari TNI untuk Program Citarum Harum, menurutnya hal itu masih menunggu proses dukungan anggaran dari negara.

Namun ia menegaskan, saat ini satuan petugas Citarum Harum terus bekerja keras untuk melakukan pengawasan dan  pencegahan terhadap Sungai Citarum.

"Kami bekerja satu kali 24 jam, pagi lakukan apel pagi untuk merencanakan pekerjaan kegiatan dan melaporkan hasil kegiatannya, serta malam melakukan evaluasi dari hasil pekerjaan, sekaligus merencanakan pekerjaan berikutnya hari besok, dan itu masih terus berlangsung hingga saat ini," katanya.

Penulis: Cipta Permana
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved