Jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasik Bisa Groundbreaking Tahun Ini

Iwa mengatakan perpres ini di antaranya mengatur pengendalian pembangunan, pengantisipasian kemacetan serta banjir di Cekungan Bandung atau Bandung Ra

Infografis Cigatas Mendesak 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan Jawa Barat akan memiliki jalan tol baru, yakni yang menghubungkan Bandung, Garut, dengan Tasikmalaya (Cigatas).

"Tadi Pak Gubernur bilang, tol di selatan itu, Cileunyi-Garut-Tasik, bisa groundbreaking tahun ini," kata Luhut di Hotel Hilton Bandung, Rabu (1/8).

Sebelumnya, rencana pembangunan Tol Bandung-Garut-Tasikmalaya-Ciamis, sudah terpetakan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 45 Tahun 2018 tentang Tata Ruang Kawasan­ Perkotaan Cekungan Bandung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut gembira lahirnya perpres tersebut. Perpres ini sudah ditunggu lama Pemprov Jabar karena selama lima tahun pihaknya terus mendorong agar penataan tata ruang di Cekungan Bandung segera diatur.

“Ini sudah lama kita perjuangkan, sejak saya di Asisten Administrasi sampai jadi Sekda. Alhamdulillah bisa terwujud dan tinggal menyesuaikan semua perda dengan perpres ini,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Sabtu (21/7).

Iwa mengatakan ada kemungkinan dalam pembangunan Tol Bandung-Garut-Tasikmalaya-Ciamis, rute tol pun berubah, dari tadinya melewati Cileunyi, menjadi melewati Majalaya lewat Gedebage.

Iwa mengatakan perpres ini di antaranya mengatur pengendalian pembangunan, pengantisipasian kemacetan serta banjir di Cekungan Bandung atau Bandung Raya yang terdiri atas Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Sumedang.

Iwa memastikan Pemprov Jabar dan lima pemerintah daerah terkait membutuhkan perpres ini tak hanya untuk mengakomodasi proyek infrastruktur, namun solusi persoalan banjir yang menyergap kawasan ini akhirnya mendapatkan payung hukum.

“Pengendalian banjir Rancaekek, pembuatan kolam retensi Gedebage, kolam retensi Cieunteung, sodetan sungai, dan pembangunan tunnel Curug Jompong, dibahas di sini. Ada juga terkait lahan pertanian berkelanjutan,” kata Iwa.

Jokowi Memilih Menunggu di Luar saat Putrinya Melahirkan, Iriana: Bapak di Luar, Enggak Berani

Siapa Nama Bayi Cucu Presiden Jokowi? Bobby Nasution Bersyukur dan Beri Jawaban Ini!

Perpres ini menurut Iwa semakin menguatkan seluruh subtansi pengendalian kawasan Bandung Utara yang peraturan daerahnya sudah lebih dulu dihasilkan Pemprov Jabar. Iwa menuturkan nantinya arah perizinan untuk pembangunan, khususnya di Kota Bandung, berupa pembangunan vertikal.

Sebelumnya, Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Abdul Kamarzuki mengatakan lahirnya perpres ini sangat penting agar tidak ada perda yang bertentangan dengan perpres tersebut. Sehingga, penataan kawasan Bandung Raya bisa dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

Dia menjelaskan kawasan cekungan Bandung memiliki berbagai keterbatasan terutama menyangkut lingkungan dan geologisnya. Selain memiliki potensi bencana yang cukup banyak karena dikelilingi pegunungan, daya dukung sumber daya alam pun terbatas.

"Pengembangan cekungan Bandung ini memerlukan pengaturan tata ruang agar memiliki daya saing dan ramah lingkungan. Perpres ini sifatnya komplementer. Untuk perda-perda yang tidak sesuai dengan perpres harus menyesuaikan diri,” katanya. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved