Kalapas Sukamiskin Ditangkap KPK

Gambaran Sel Mewah Tubagus Chaeri di Lapas Sukamiskin, Tak Main-main Sampai Empat Kamar Dikuasai

Selama mendekam di Lapas Sukamiskin, Wawan merenovasi empat unit kamar standar narapidana.

Gambaran Sel Mewah Tubagus Chaeri di Lapas Sukamiskin, Tak Main-main Sampai Empat Kamar Dikuasai
Tribunnews/Youtube Mata Najwa

TRIBUNJABAR.ID - Koperasi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Wahid Husein yang saat itu masih menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin, Jumat (20/7/2018) malam hingga Sabtu dini hari.

Wahid Husein diduga menerima suap terkait pengadaan fasilitas istimewa di dalam lapas.

Penangkapan Wahid Husein tersebut menyeret tiga narapidana korupsi kelas kakap, yakni Fahmi Darmawansyah, Fuad Amin, dan adik Ratu Atut Choisyiah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Namun, saat OTT dilakukan, sel yang seharusnya diisi Fuad Amin dan Wawan kosong.

Kemudian, KPK menyegel sel mereka.

Diketahui, setelah OTT yang dilakukan oleh KPK, Wawan kembali ke Lapas Sukamiskin.

"Untuk Wawan sekarang sudah ada di dalam," ujar Kabag Humas Ditjen Pas Kemenkumham Ade Kusmanto, Minggu (22/7/2018).

Melansir dari tayangan Catatan Najwa yang dipublikasikan pada Senin (30/7/2018), ternyata Wawan tidak menempati satu kamar melainkan menguasai empat ruang tahanan.

Selama mendekam di Lapas Sukamiskin, Wawan merenovasi empat unit kamar standar narapidana.

Empat kamar tersebut ia gunakan untuk diri sendiri.

Kamar difungsikan sebagai dua kamar tidur yakni di blok barat atas nomor 35 dan 38, dapur pribadi di blok barat atas nomor 39, dan gudang pribadi di blok barat bawah nomor 72.

Soal Isu SARA Jelang Pilpres, Mahfud MD: Jangan Saling Mengkafirkan Hanya untuk Keperluan 5 Tahunan

Ada 49 Spot Wisata di Jawa Barat Selatan, Kadisparbud Jabar : Katanya Sih Belum Ada Jalan Masuk

Gambaran Sel Mewah Wawan
Gambaran Sel Mewah Wawan (Youtube Catatan Najwa)

Gudang tersebut berisikan berbagai macam barang pribadi Wawan.

Dalam tayangan Mata Najwa yang dipublikasikan pada Rabu (25/7/2018), Wawan ditemui di sebuah ruangan.

Kunjungan tim Mata Najwa itu bersamaan dengan sidak yang dilakukan oleh Ditjen Pas.

Saat ditanya mengapa saat OTT kamarnya kosong, Wawan mengatakan ia sedang sakit.

"Saya sakit kepala sama lutut, kalau sakit kepala sering pusing, kalau lutut memang harus dioperasi," katanya.

Wawan juga mengaku tak tahu mengapa selnya disegel.

"Saya enggak ngerti (disegel)," ucapnya.

Ia mengatakan kamarnya hanya berisi barang-barang biasa.

"Kaya kamar biasa, seperti ini," katanya sambil menunjukkan ruangan tempat ia tidur sementara selama kamarnya disegel.

Wawan juga mengaku tidak melibatkan uang saat keluar lapas.

Ia meminta izin seperti biasa dan saat kelaur lapas didampingi petugas.

Ada 49 Spot Wisata di Jawa Barat Selatan, Kadisparbud Jabar : Katanya Sih Belum Ada Jalan Masuk

Siti yang Makamnya Dibongkar, Ternyata Dimakamkan dengan Baju Lengkap Lantas Dibungkus Kain Kafan

Wawan saat ditemui tim Maja Najwa
Wawan saat ditemui tim Maja Najwa (Youtube Mata Najwa)

"Enggak sih, enggak sering (keluar dari lapas), dalam artian saya sakit ya saya ajuin kebetulan sakit gigi ya memang mengajukan," katanya.

Dalam tayangan yang sama, ruang kerja Wawan yang diduga sebagai dapur pribadi itu tampak mewah.

Dapur tersebut dilengkapi dengan kitchen set.

Dapur Mewah Wawan
Dapur Mewah Wawan (Kolase Tribun Jabar/Youtube)

Wawan merupakan tersangka beberapa kasus dugaan korupsi seperti sengekta Pilkada di MK dengan vonis tujuh tahun penjara.

Selain itu, Wawan terlibat dugaan suap alat kesehatan di Banten dan mendapat vonis satu tahun penjara.

Negara rugi Rp 9,6 miliar atas kasus dugaan suap alat kesehatan.

Kali ini, Wawan diduga kuat melakukan suap jual-beli fasilitas penjara dengan mantan Kalapas Sukamiskin. 

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved