Menteri PPN Usul, Warga Miskin yang Merokok Tak Diberi kartu Program Keluarga Harapan

‎Berdasarkan data BPS, makanan yang berpengaruh besar terhadap garis kemiskinan di kota dan desa adalah beras, Rokok kretek filter, daging sapi

Editor: Ravianto
doktersehat
Ilustrasi merokok 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA -‎ ‎Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengusulkan masyarakat miskin tetapi merokok, tidak diberikan kartu Program Keluarga Harapan ‎(PKH).

"Saya sampaikan (ke Kemensos), kalau bisa keluarga yang menerima PKH tidak lagi merokok, kita harus tegas, karena kalau dia merokok, keuangannya akan terganggu," ujar Bambang di Jakarta, Senin (30/7/2018).

‎Bambang menjelaskan, PKH merupakan bantuan tunai bersyarat yang diberikan pemerintah kepada masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan pangan, sekolah, atapun kesehatannya.

"Nah tentunya ini juga berlaku kepada yang perokok, ‎jadi penerima PKH ini harus memastikan tidak merokok, karena PKH ini uang tunai yang diharapkan untuk keperluan yang benar-benar dibutuhkan, terutama pangan," papar Bambang.

Tongkang Pengangkut Batubara Patah Jadi Dua Dihantam Badai di Aceh

Live Streaming Liga 1 2018 Malam Ini Pukul 18.30 - PSIS Semarang Vs PSM Makassar, Tonton Lewat HP

‎Adapun cara pengawasan masyarakat penerima PKH tidak merokok, kata Bambang, dengan membuat perjanjian kepada penerima dan pemberi, serta meningkatkan pengawasan dari pendampingnya.

"PKH kan sistemnya bersyarat dan ada pendampingnya, itu yang harus memastikan bahwa keluarga itu sudah menjalankan pola yang seperti tertera dalam manual PKH," ujar Bambang.

‎Berdasarkan data BPS, makanan yang berpengaruh besar terhadap garis kemiskinan di kota dan desa adalah beras, Rokok kretek filter, daging sapi, telur ayam ras, mi instan, dan gula pasir.(*)


Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved