Akibat Gelombang Besar, Nelayan di Rancabuaya Merugi

Asep mengatakan, selama gelombang tinggi menerjang, para nelayan tidak mampu beraktivitas, sehingga kebutuhan sehari-hari tidak dapat terpenuhi.

Tribun jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Ilustrasi perahu nelayan 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Gelombang tinggi yang terjadi di wilayah pesisir Jawa Barat hingga Minggu (29/7/2018), membuat para nelayan di Pantai Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, mengalami kerugian.

Terhitung sejak Kamis (19/7/2018) hingga Minggu (29/7/2018), para nelayan terpaksa menepikan kapal milik masing-masing karena adanya gelombang tinggi yang menerjang.

Kepala Rukun Nelayan Rancabuaya, Asep Hidayat, mengatakan, saat gelombang tinggi menerjang wilayah pesisir, 175 kapal dan 175 nelayan di Rancabuaya sementara berhenti beraktivitas.


"Total kerugian setiap nelayan perharinya rata-rata Rp 500 ribu dan biasanya mendapatkan segitu. jadi ditotalkan, seluruh nelayan mengalami kerugian hingga Rp 87 juta perharinya," kata Asep saat dihubungi Tribun Jabar, Senin (30/7/2018).

Asep mengatakan, selama gelombang tinggi menerjang, para nelayan tidak mampu beraktivitas, sehingga kebutuhan sehari-hari tidak dapat terpenuhi.

"Hanya berdiam diri saja, tidak bisa apa-apa," katanya.

Mulai hari ini, Sejumlah nelayan di kawasan Pantai Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, kembali melakukan aktivitas mencari ikan di seperti biasa.

Pascagelombang Tinggi, Ini Dua Hal yang Diinginkan Nelayan di Rancabuaya

Asep mengatakan, sejak pagi hingga saat ini, sudah ada 10 kapal milik nelayan yang telah berlayar untuk mencari tangkapan ikan.

"Sudah mulai agak normal dan memberanikan diri saja," kata Asep.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, gelombang tinggi diprediksi masih akan berpotensi menerjang di perairan selatan.

Gelombang laut di wilayah perairan selatan Jawa Barat berpotensi akan mencapai ketinggian hingg empat meter.

"Pesisir selatan 2,5 - 4,0 meter dan pesisir utara 0,5 - 0,75 meter. Ketinggian tersebut berlaku untuk hari ini," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Tony Agus Wijaya dalam keterangan tertulis.

Diperkirakan Normal Akhir Juli, Harga Daging Ayam di Pasar Kiaracondong Bandung Masih Tinggi

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved