Saung di Lapas Sukamiskin Dibongkar, Fahri Hamzah Sebut Negara Rugi Hampir Rp 6 Miliar, Rakyat Tekor

Fahri Hamzah menjelaskan bahwa saung tersebut adalah tempat untuk berkreativitas, menerima tamu, pengajian, dan grup diskusi.

Saung di Lapas Sukamiskin Dibongkar, Fahri Hamzah Sebut Negara Rugi Hampir Rp 6 Miliar, Rakyat Tekor
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Puing sisa pembongkaran saung dari Lapas Sukamiskin yang masih diangkut dari dalam Lapas, Sabtu (28/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Saung yang ada di Lapas Kelas I Sukamiskin telah dibongkar sejak Senin (23/7/2018) dan hingga Sabtu (28/7/2018). Sejumlah kendaraan masih terlihat mengangkut puing-puing saung.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang juga sebagai anggota Komisi III DPR RI menyesalkan hal tersebut.

"Negara tadi meminta hampir Rp 6 miliar untuk tempat-tempat pertemuan di Lapas Sukamiskin. Akhirnya rugi, harusnya dijaga, dipelihara, diatur, bukan dibongkar. Rakyat tekor," kata Fahri Hamzah, Sabtu (28/7/2018).

Awalnya, Fahri Hamzah menjelaskan bahwa saung tersebut adalah tempat untuk berkreativitas, menerima tamu, pengajian, dan grup diskusi.

Handpan, Alat Musik dari Swiss yang Masih Langka di Indonesia, Sudah Ada di Bandung

Barito Putera Imbang Kontra Madura United, Persib Bandung Tetap Puncaki Klasemen Liga 1 2018

Dikatakannya, orang yang ditahan 18 hingga 19 tahun, jika tidak ada tempat penyaluran kreativitas akan jadi stres.

Akibat saung sudah dibongkar, Fahri Hamzah melihat tamu dan keluarga warga binaan diterima di lorong-lorong saja.

Menurutnya, saung yang secara tiba-tiba dibongkar, sering jadi tempat diskusi ilmiah, puasa Senin  dan Kamis serta kegiatan-kegiatan pembinaan lainnya.


Banyaknya Guru besar dan orang pintar yang menjadi penghuni Lapas Sukamiskin. Karena itu, menurut Fahri Hamzah, kegiatan membaca buku, menulis buku di dalam Lapas tidak boleh dilarang.

"Mungkin KPK kaget di sini ada pengajian dan diskusi. KPK mungkin menilai bahwa mereka jahat dan tak perlu pengajian dan tidak perlu membaca buku. Itu mentalitas yang umurnya dua abad yang lalu. Mentalitas KPK perlu diperbaiki," kata Fahri Hamzah.

Menurutnya, Rutan KPK jauh lebih hebat dan mewah dibandingkan di Lapas Sukamiskin. Ia mengatakan Rutan KPK difasilitasi kulkas, teve, AC, dan kasur yang baru.

"Kenapa saat dipindahkan ke Sukamiskin, KPK jadi protes dengan fasilitas yang ada. Harusnya disamakan (bahkan) di Sukamiskin seharusnya fasilitasnya lebih baik. Di KPK itu lebih mahal dam mewah kok," katanya. (*)

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved