Komunitas Startup Bandung: Harus Ada yang Menjembatani Pelaku Startup dan Pemerintah

dalam bahasa, antara pemerintah dan startup itu berbeda. Startup itu bahasanya cepat sedangkan pemerintah bahasanya cenderung birokratis

Komunitas Startup Bandung: Harus Ada yang Menjembatani Pelaku Startup dan Pemerintah
Tribun Jabar/Yongky Yulius
Inisiator komunitas Startup Bandung, Muhammad Ajie Santika,┬ádi Kampus Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Sabtu (28/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Perkembangan startup atau perusahaan rintisan di Kota Bandung dinilai pesat, namun ada beberapa hal yang perlu dibenahi.

Inisiator komunitas Startup Bandung, Muhammad Ajie Santika, mengatakan, saat ini, harus ada pihak yang menjembatani pemerintah dan para pelaku startup, terutama dalam hal komunikasi.

"Pasalnya, dalam bahasa, antara pemerintah dan startup itu berbeda. Startup itu bahasanya cepat sedangkan pemerintah bahasanya cenderung birokratis. Selama ini, kami (startup) mungkin menganggap bahasa pemerintah itu bahasa alien. Sebaliknya, mungkin pemerintah menganggap startup itu bahasanya bahasa alien," ujarnya saat ditemui Tribun Jabar di kampus Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Sabtu (28/7/2018).

Ajie mengatakan aktor yang dapat menjembatani antara pemerintah dan pelaku startup itu bisa siapa saja, selama bisa berkomunikasi secara terbuka.

Live Streaming Indosiar, PSMS Medan Vs Bali United, Tuan Rumah Berjuang Keluar dari Dasar Klasemen

Fahri Hamzah Bertemu Setya Novanto di Lapas Sukamiskin: Saya Lihat di Kamarnya Ada 30 Kotak Obat

Media, akademisi, atau komunitas disebutnya dapat menjadi aktor yang menjembatani itu.

"Yang penting terbuka dan bisa komunikasi, kuncinya komunikasi. Bandung kan kota komunitas, di sini itu banyak tokoh-yang muncul karena komunitas. Industri harus terbuka bahwa kita harus berkolaborasi dengan banyak pihak," ujar Ajie.

Startup, kata dia, sebetulnya tak harus selalu bergantung dengan pemerintah.

Namun, peran pemerintah disebutnya dapat meningkatkan efek yang dihasilkan dari ekosistem startup.

Lebih lanjut Ajie mengatakan, smart city yang diusung Kota Bandung juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas individu atau sumber daya manusianya.

"Bandung punya smart city tapi smart people yang harus dimaksimalkan. Itu harus dimaksimalkan potensinya daripada infrastrukturnya, kalau kita mau advance ke next level," ujarnya.

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved