Pengakuan Mantan Napi Lapas Sukamiskin, Toilet Umur Seabad dan Tak Semua Napi Kaya

Mantan anggota DPR RI yang terlibat kasus korupsi bantuan dana sosial itu sempat mendekam di Lapas Sukamiskin selama delapan bulan.

Pengakuan Mantan Napi Lapas Sukamiskin, Toilet Umur Seabad dan Tak Semua Napi Kaya
Kolase Tribun Jabar/ Youtube Najwa Shihab

TRIBUNJABAR.ID - Lapas Sukamiskin menjadi sorotan setelah tertangkapnya Kalapas Sukamiskin Wahid Husein dalam OTT yang dilakukan oleh KPK.

Ruang tahanan para narapidana kasus korupsi seperti Nazaruddin dan Setya Novanto juga diekspos pada saat sidak Dirjen Pemasyarakatan.

Tim Mata Najwa yang ikut dalam sidak tersebut mengunjungi sejumlah narapidana korupsi di ruang tahanannya.

Seperti Lutfi Hasan, Setya Novanto, Nazaruddin, OC Kaligis, Jero Wacik, dan Djoko Susilo.

Beberapa barang yang dianggap melanggar aturan disita oleh petugas.

Ada oven, rice cooker, dispenser, sepeda statis, dan barang mewah berupa lapto serta printer.

Melansir dari tayangan Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (25/7/2018), Patrice Rio Capella buka suara terkait fasilitas mewah yang ada di Lapas Sukamiskin.

Mantan anggota DPR RI yang terlibat kasus korupsi bantuan dana sosial itu sempat mendekam di Lapas Sukamiskin selama delapan bulan.

Ia mengatakan saat itu menempati ruang tahanan di blok timur atas.

Rio menyebut kamarnya tak sebagus kamar-kamar narapidana yang sebelumnya ditampilkan.

"(kamar saya) tidak semewah itu lah, saya masuk delapan bulan, tidak sebagus itu," katanya.

Keluarga Denada Berduka, Adik Emilia Contessa Meninggal Dunia

Perbaiki Prestasi pada 2016, Kabupaten Bandung Targetkan Juara Umum di POPDA Tahun Ini

Gagal Dapatkan Atep-Airlangga, PSIS Semarang Alihkan Bidikan

Politijus itu mengaku tak ada laptop di kamarnya.

Namun, ia mengakui sempat mengganti toilet jongkok menjadi toilet duduk.

Toilet tersebut ia ganti dengan uangnya sendiri.

"Saya lupa (biaya mengganti toilet), tapi yang mengerjakan bukan (napi) tipikor, pidana biasa," katanya.

Di lapas tersebut memang disediakan alat pertukangan yang dapat digunakan oleh narapidana.

"Itu yang dimanfaatkan oleh saya untuk merenovasi kamar," ucapnya.

Ada alasan di balik renovasi toilet yang dilakukan oleh Rio.

Ia merasa kamar tersebut sudah tidak layak huni, terutama toiletnya.

Menurut Rio, toilet tersebut hampir berumur satu abad, tidak mungkin ia menggunakan toilet tersebut.

"Toilet saya itu sudah berumur satu abad, dibangun 1918, saya masuk 2016, sangat tidak layak" paparnya.

Rio juga menjelaskan kamarnya dipenuhi debu yang berterbangan dan sangat tidak baik untuk kesehatan.

Dedi Mulyadi Berusaha Pulangkan Semua Korban Perdagangan Manusia dari Purwakarta

Izin renovasi tersebut dilakukannya secara lisan dan tidak tahu bagaimana barang-barang untuk renovasi itu masuk ke lapas.

"Saya tahunya barang itu datang, sudah asimilasi, warga binaan itu, yang sebentar lagi bebas, setiap hari keluar agar bisa bekerja," ucapnya.

Saat ditanya apakah memasukan barang mewah ke dalam lapas adalah hal yang umum, Rio menegaskan tidak semua narapidana memiliki kemampuan seperti itu.

Hanya narapidana yang memiliki uang saja yang mampu merenovasi kamarnya menjadi lebih layak.

"Dari napi yang ada di situ hanya ada 15 orang yang punya kemampuan seperti itu, selebihnya pakai yang standar, tidak semua kamar direnovasi oleh yang menghuninya."

"Tidak semua orang yang terjerat kasus korupsi itu mereka mendapatkan sesuatu. Tapi mungkin karena jabatan jadi ikut bertanggung jawab. Jadi jangan bayangkan bahwa ada persepsi Lapas Sukamiskin adalah napi yang kaya-kaya," tambahnya.

Kamar Palsu Setya Novanto

Saat disambangi di kamarnya, mantan Ketua DPR RI itu tengah duduk, di tangannya terdapat buku.

Setya Novanto mengatakan ia baru saja membaca Alquran.

Cat di dalam ruangan tersebut sudah mengelupas, ada juga pipa yang menonjol.

Beberapa persediaan makanan di simpan dalam rak berwarna cokelat.

Namun, Najwa Shihab merasa janggal dengan barang yang ditemukan di dalam sel Setya Novanto.

Di atas meja, terdapat parfum untuk wanita merek Victoria's Secret.

Parfum Victorias Secret di sel Setya Novanto
Parfum Victorias Secret di sel Setya Novanto (Youtube Mata Najwa)

Menurutnya, hal tersebut tidak cocok dengan profil Setya Novanto.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly juga berpendapat hal yang sama.

"Kalau lihat gaya, style beliau, mencurigakan betul," ujar Yasonna dalam acara Mata Najwa yang ditayangkan Trans7, Rabu (25/7/2018).

Ada hal lain yang mengganjal, yakni tak ada tumpukan baju selayaknya sel yang dihuni selama tiga bulan.

Nama Setya Novanto yang ada di dalam daftar nama tahanan berbeda dengan lainnya.

Daftar nama tahanan di Lapas Sukamiskin
Daftar nama tahanan di Lapas Sukamiskin (Instagram @najwashihab)

Hal tersebut menambah kecurigaan Najwa Shihab.

Selain Setya Novanto, Najwa Shihab juga mengunjungi sel Nazaruddin.

Sel tersebut berbeda dengan sel saat sidak lima tahun lalu.

Namun, Nazaruddin mengatakan saat itu sel yang dihuninya adalah sel transisi dan saat ini ia menghuni sel tersebut.

Kondisi sel keduanya sederhana, berbeda dengan sel tahanan lain yang lebih mewah.

Tak ada barang elektronik mewah di dalam ruang tahanan tersebut.

Merasa curiga, Najwa Shihab menggali informasi lebih jauh.

Berdasarkan dua sumber yang merupakan orang dalam Lapas Sukamiskin, Setya Novanto dan Nazaruddin tidak menempati sel mereka yang sebenarnya.

Setya Novanto menempati sel nomor 3.

Menurut sumber tersebut, sel nomor dua dan tiga itu disatukan menjadi sel yang lebih besar.

Dalam daftar nama tahanan, sel nomor 2 dan tiga tidak diberi keterangan nama penghuninya.

Sumber tersebut juga mengatakan ada mobil yang datang ke Lapas Sukamiskin dan menurunkan barang-barang.

Kemudian, Najwa Shihab meminta konfirmasi kepada Menkumham Yasonna Laoly.

Ternyata, Yassona membenarkan bahwa sel tersebut bukanlah sel Setya Novanto dan Nazaruddin yang sebenarnya.

"Itu bukan sel Nazaruddin dan sel Setya Novanto," ucap Yasonna.

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved