Kamis, 28 Mei 2026

Gerhana Bulan

Ini Proses Gerhana Bulan Total, Dini Hari Nanti

Lebih lanjut dia menjelaskan, ketika piringan bulan memasuki umbra bumi pukul 01.24 WIB, fase gerhana sebagian dimulai.

Tayang:
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Ravianto
ANTARA FOTO
Foto kolase gerhana bulan sebagian di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (8/8) dinihari. Fenomena Gerhana Bulan Sebagian (GBS) yang terjadi selama 5 jam 52 detik tersebut, 20 persen permukaan bulan berada dalam bayang-bayang bumi dan terjadi pada pukul 00.22 WIB hingga puncaknya pada pukul 01.20 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gerhana bulan total (GBT) yang terjadi pada 28 Juli 2018, akan menjadi GBT terlama pada abad ke-21.

Totalitas GBT tersebut mencapai 103 menit, durasi itu merupakan yang terlama hingga lebih dari 100 tahun ke depan.

Gerhana bulan merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga cahaya tidak semuanya sampai ke bulan.

Peristiwa yang terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya berlangsung saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Lantas, seperti apa proses dari GBT pada Sabtu (28/7/2018) dini hari nanti?

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhamad Sadly menjelaskan, proses GBT dimulai ketika piringan bulan mulai memasuki penumbra bumi pukul 00.13 WIB.

Kecerlangan bulan pun akan lebih redup dibandingkan dengan kecerlangannya sebelum gerhana.

"Perubahan kecerlangan ini tidak dapat dideteksi oleh mata tanpa alat, hanya dapat dideteksi dari hasil perbandingan perekaman antara sebelum gerhana dan setelah gerhana," kata Sadly dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Tribun Jabar, belum lama ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ketika piringan bulan memasuki umbra bumi pukul 01.24 WIB, fase gerhana sebagian dimulai.

Amerika Disebut-sebut Bakal Serang Iran Awal Agustus Ini

Anak Sopir Bus Lolos Ujian Masuk Akpol, Kapolres Diperintahkan Razia Bus Sang Ayah

Hal tersebut ditandai dengan sedikit lebih gelapnya bagian bulan yang mulai memasuki umbra bumi.

Semakin lama, maka bagian gelap ini semakin besar, hingga akhirnya seluruh piringan bulan memasuki umbra bumi pukul 02.30 WIB.

"Sejak itu, bagian bulan memerah dan mencapai puncak merah yang merupakan saat puncak gerhana pada pukul 03.22 WIB," ujar Sadly.

Memerahnya piringan bulan ini, lanjutnya, karena cahaya matahari dihamburkan atmosfer bumi.

Selanjutnya bagian cahaya merahnya diteruskan sampai Bulan.

"Karena itu fase totalitas GBT akan berwarna kemerahan," ujar Sadly.

Dikatakannya, peristiwa memerahnya piringan bulan saat fase totalitas ini berakhir pukul 04.13 WIB ketika piringan bulan memasuki penumbra bumi.

"Sejak itu, piringan bulan terlihat gelap kembali plus adanya bagian terang pada piringan bulan, yang menandakan peristiwa gerhana Bulan sebagian kembali terjadi," ujar Sadly.

Seiring waktu, sambungnya, bagian terang semakin besar hingga akhirnya seluruh piringan bulan meninggalkan umbra bumi pukul 05.19 WIB.

Saat itu bulan berada di bagian penumbra bumi, sehingga peristiwa gerhana bulan penumbra kembali terjadi

"Kini bulan semakin cerlang, meskipun kurang cerlang dibandingkan purnama biasa hingga gerhana selesai pukul 06.30 WIB saat bulan meninggalkan penumbra bumi," kata Sadly.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved