BPPOM Bandung Sita Berbagai Kosmetik Ilegal di 7 Kota dan Kabupaten, Total Senilai Rp 1,9 Miliar

Yaya mengatakan dari produk yang telah diperiksa, terdapat bahan berbahaya seperti merkuri dan hidroquinon.

BPPOM Bandung Sita Berbagai Kosmetik Ilegal di 7 Kota dan Kabupaten, Total Senilai Rp 1,9 Miliar
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Endang Yaya, Bagian Seksi Pemeriksaan BPPOM Kota Bandung, saat melihat salah satu produk ilegal di Kantor BPOM, Jalan Pasteur No 23, Pasir Kaliki, Cicendo, Kota Bandung, Selasa (24/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) Bandung mengamankan kosmetik mengandung bahan berbahaya dan tanpa izin edar (TIE).

Kosmetik berbahaya itu didapat dari tujuh kabupaten dan kota di Jawa Barat di antaranya Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bandung.

Total kosmetik yang disita selama 11 Juli 2018 hingga 20 Juli 2018 itu adalah senilai Rp 1,9 miliar.

"Jadi yang kami temukan saat ini ada yang kategori besar juga, ada juga yang di distributor hingga sampai ke toko-toko pinggir jalan dan temuan terbanyak ada di Kota Bandung,” ujar Bagian Seksi Pemeriksaan BPPOM di Bandung, Endang Yaya, saat ditemui Tribun Jabar di Kantor BPOM, Jalan Pasteur No 23, Pasir Kaliki, Cicendo, Selasa (24/7/2018).

Peneliti LIPI Sebut TGB Bersikap Realistis Mundur dari Partai Demokrat

Juventus Ingin Gonzalo Higuain Ditukar dengan Leonardo Bonucci

Dengan melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian Perdagangan Provinsi Jawa Barat, petugas menyisir toko, distributor kosmetik, pasar modern, pasar tradisional, klinik kecantikan, hingga salon.

Ditemukan produk kosmetika tanpa izin edar, kedaluwarsa dan persediaan krim racikan sebanyak 540 jenis dan 60.881 barang.

Berdasarkan pantuan Tribun Jabar, tulisan di kemasan berbagai produk kecantikan itu memakai aksara Tiongkok, Arab dan berbahasa Inggris. 

"Ada juga produk lokal dan ada juga produk dari luar negeri,” ujarnya Yaya.


Yaya mengatakan dari produk yang telah diperiksa, terdapat bahan berbahaya seperti merkuri dan hidroquinon. 

Bahan berbahaya seperti merkuri bilamana dipakai terus menerus efeknya bisa mengakibatkan kanker kulit.

“Ini adalah produk tanpa izin edar, itu masuk kategori ilegal. Kandungan produk tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujar Yaya.

Yaya berharap masyarakat dapat membantu melaporkan temuan produk yang dicurigai mengandung bahan berbahaya dan ilegal.

Masyarakat bisa mengecek palsu atau aslinya produk kecantikan melalui aplikasi online atau aplikasi resmi Badan POM. (*)

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved