Gempa 5,5 SR di Solok, Seorang Warga Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan

Sedangkan asap kawah Gunung Talang bagian selatan terlihat putih tipis dengan tekanan lemah tinggi 50 meter.

TRIBUN PADANG/RIKI SUARDI
Laporan sementara, 1 orang warga meninggal dunia dan dua luka ringan akibat terkena reruntuhan bangunan saat gempa 5,4 SR di Solok. Selain itu, 23 rumah warga rusak. 6 unit rumah diantaranya masuk kategori rusak berat. Sedangkan sisanya rusak ringan. 

TRIBUNJABAR.ID, SOLOK - Gempa bumi berkekuatan 5,5 SR yang terjadi di Kabupaten Solok, Sabtu (21/7/2018) pukul 14.58 WIB dipicu peningkatan aktivitas vulkanologi Gunung Talang.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM mencatat, beberapa detik pasca guncangan gempa di segmen Sumani hingga pukul 18.37 WIB, terekam sedikitnya 80 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 3 hingga 72 mm.

Selain mencatat jumlah gempa, Kristanto juga memantau kondisi Gunung Talang.

Begini Lezatnya Gochujang Bowl, Makin Nikmat dengan Kembang Kol Sebagai Pengganti Nasi

Dari pantauan secara visual yang dilakukan sejak pukul 15.00 hingga 18.30 WIB, teramati asap kawah atas berwarna putih tipis dengan tekanan lemah tinggi 10 meter.

Sedangkan asap kawah Gunung Talang bagian selatan terlihat putih tipis dengan tekanan lemah tinggi 50 meter.

Sehingga secara visual tidak teramati peningkatan yang signifikan terhadap ketinggian asap kawah akibat gempa vulkano dalam tersebut.

Rumah Rusak akibat Gempa di Solok_1
Gempa bumi berkekuatan 5,4 SR yang mengguncang Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) yang terjadi Sabtu (21/7/2018) sore pukul 15.58 WIB, menyebabkan satu korban jiwa dan dua luka ringan akibat tertimpa bangunan yang roboh diguncang gempa.

"Tingkat aktivitas Gunung Talang masih pada Level I (Normal). Namun kami merekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Talang dan pengunjung atau wisatawan, tidak diperbolehkan mendekati kawah utama dan kawah selatan dalam jarak dekat," ujarnya.

Kristianto juga menuturkan bahwa gempa berkekuatan 5,5 SR yang kemudian menjadi 5,4 SR setelah adanya pemutakhiran, dan disebabkan oleh adanya pergeseran di Zona Sesar Sumatera (Sumatera Fault Zone) pada segmen Sumani itu dirasakan cukup kuat.

Galang Rambu Anarki, Putra Sulung Iwan Fals yang Kerap Nekat dan Diakui Sebagai Trendsetter

"Bahkan getaran gempa tidak hanya merusak rumah warga di Kecamatan Danau Kembar dan Kecamatan Gunung Talang, tapi juga membuat pagar dan dinding pos pengamatan Gunung Talang mengalami retak yang cukup parah," tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, BPBD Kabupaten Solok masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak gempa.

Bahkan dari laporan sementara, 1 orang warga meninggal dunia dan dua luka ringan akibat terkena reruntuhan bangunan.

Selain itu, BPBD juga melakukan pendataan terhadap rumah rusak.

Dari pendataan sementara, terdapat 23 rumah warga rusak. 6 unit rumah di antaranya masuk kategori rusak berat. Sedangkan sisanya rusak ringan.(Tribunpadang.com/RIki Suardi)

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Gempa 5,4 SR di Solok Picu Aktivitas Vulkanologi Gunung Talang

Editor: Yudha Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved