Situs Bersejarah Cirebon Ini Bentuknya Unik, Merupakan Bentuk Sindiran
Sebuah situs bersejarah di Kota Cirebon memiliki bentuk yang tergolong unik, nama situs tersebut ialah Batu Lingga.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sebuah situs bersejarah di Kota Cirebon memiliki bentuk yang tergolong unik.
Ya, bentuk situs bersejarah itu (maaf) mirip alat kelamin pria.
Nama situs tersebut ialah Batu Lingga, namun warga Kota Cirebon biasa menyebutnya Watu Celek.
Mario Gomez Target Persib Bandung di Urutan 3 Klasemen Putaran Pertama https://t.co/I0O3aZtAoX via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 19, 2018
"Situs Watu Celek dibuat pada zaman Panembahan Ratu, yakni sekitar akhir 1590-an," ujar Filolog Cirebon, Raden Oppan Raffan Hasyim, saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Kamis (19/7/2018).
Ia mengatakan, keterangan itu sesuai manuskrip Sejarah Akhir Cirebon.
Situs bersejarah itu berlokasi di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon.
Persis di depan barisan shelter pedagang kaki lima (PKL) di samping bank bjb.
• Demi Citarum Harum, Dansektor 12 Cirata Tertibkan Keramba Jaring Apung di Waduk Cirata
Situs itu tampak kelilingi tembok persegi berwarna oranye yang tingginya kira-kira 2 meter.
Di dalamnya terdapat kuburan Ki Datuk Pardun, cucu sekaligus murid Syekh Siti Jenar.
Persis di sisi kirinya terdapat Batu Lingga atau Watu Celek itu sendiri.
Batu hitam tersebut tingginya kira-kira mencapai 50 cm.

Bagian atas batu itu tampak lebih besar dibanding bagian bawahnya.
Selain itu, bagian atasnya juga terlihat sedikit membulat.
"Situs Watu Celek itu merupakan sindiran terhadap Ki Datuk Pardun," kata Raden Oppan Raffan Hasyim.
Ia mengatakan, Ki Datuk Pardun yang berhawa nafsu besar untuk berkuasa, seperti kakeknya.
Karenanya, menurut Oppan, hal itu digambarkan melalui "celek".
Namun, Oppan sendiri mengaku tak mengetahui siapa yang membuat atau meletakkan Watu Celek di sisi makam Ki Datuk Pardun itu.
"Di manuskrip itu tidak ada keterangan yang menjelaskannya," ujar Raden Oppan Raffan Hasyim.
• Diana Sastra Ingin Terus Manggung Meski Jadi Anggota DPR RI
• Kepala BPK-RI Sebut Model Kepemimpinan Satu-satunya Cara Cegah Korupsi