Ketua Forum TKSK Beberkan Alasan Program PMKS di Kota Bandung Belum Capai Sasaran
Polemik PMKS masih menjadi pekerjaan rumah bagi kota-kota besar yang harus diselesaikan, termasuk Kota Bandung
Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polemik penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) masih menjadi pekerjaan rumah bagi kota-kota besar yang harus diselesaikan, termasuk Kota Bandung. Mengingat keberadaan PMKS tersebut masih meninggalkan kesan kumuh di berbagai kawasan.
Ketua Forum Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kota Bandung, Tulus Raharjo mengatakan, bahwa masih banyak program terkait PMKS yang belum tersentuh hingga lapisan terbawah. Hal tersebut, dikarenakan masih kurangnya Sumber Daya Masyarakat (SDM) yang tersedia dilapangan.
"Jumlah SDM yang menangani masalah PMKS masih kurang, terutama dengan melihat banyaknya PMKS di lapangan. Dengan demikian, perlu penambahan agar program pemerintah dapat sampai ke sasaran," ujarnya saat ditemui usai kegiatannya di Kawasan Gegerkalong, Kota Bandung, Rabu (18/7/2018).
• Alasan Terbesar Patrich Wanggai Mau Berlabuh di Persib Bandung, Sebut Mario Gomez Fair
• Penjabat Gubernur Jabar Punya Tiga Agenda di Tasikmalaya, Hari Ini
Pria yang akan mendaftar sebagai calon anggota DPRD Kota Bandung itu pun menjelasakan, data kemiskinan yang dimiliki Kota Bandung masih berdasarkan pada data verifikasi 2011, dimana hal itu tidak relevan dengan kondisi saat ini. Sehingga dibutuhkan pendataan ulang, agar dapat diperoleh hasil yang sesuai.
"Data kemiskinan yang ada di Kota Bandung saat ini masih belum update dengan saat ini, sehingga program-program yang dijalankan masih belum maksimal," ucapnya.
Menurutnya PMKS yang sering terlihat di berbagai perapatan atau kawasan lainnya saat ini di Kota Bandung merupakan limpahan dari kota lainnya, dimana mereka sengaja datang kesini untuk mencoba peruntukan mengais rezeki dengan cara meminta-meminta atau mengemis pada pengemudi kendaraan yang ada.
Bonus Segar dari Wa Haji Umuh Siap Guyur Perisib Jika Menang dari Barito Putera https://t.co/43hoJCAd6p via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 18, 2018
Tulus menuturkan, upaya pembinaan yang telah dilakukan selama ini dirasa masih belum berjalan maksimal, pasalnya tidak memberikan efek jera bagi PMKS yang terjaring. Namun berdasarkan peraturan yang ada, tidak dapat dikenakan sanksi apapun.
"Sanksi peringatan yang diberikan memang tidak memberikan dampak jera, karena banyak yang kembali lagi ke jalan. Terlebih sifatnya juga tidak mendidik," ujar dia.
Pria yang telah aktif selama 9 tahun di bidang kesejahteraan sosial tersebut meyakini dengan adanya penambahan SDM maka dapat lebih menjangkau warga yang membutuhkan, untuk program penanggulangan PMKS.
• Jangan Biarkan Memori Ponsel Penuh, Buang Sampah WhatsApp yang Tidak Penting Pakai Cara Ini
• Blood Moon Terlama Sepanjang Sejarah Akan Terjadi Akhir Pekan Depan, Berikut Tata Cara Salat Gerhana
"Petugas yang menangani persoalan kesejahteraan sosial perlu ditambah, sehingga program untuk PMKS dapat lebih mudah mencapai sasaran terutama dari bagi warga yang berasal Kota Bandung," katanya. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-forum-tenaga-kesejahteraan-sosial-kecamatan-tksk-kota-bandung-tulus-raharjo_20180719_085120.jpg)