Peternakan di Jabar Masih Lesu, 62 Persen Kebutuhan Sapi Potong Berasal dari Jatim dan NTB
Populasi sapi potong itu, ucap Dewi Sartika, tentunya berpengaruh terhadap produksi daging sapi potong.
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika, mengemukakan peternak di wilayah dengan sekitar 46,7 juta penduduk ini harus terus didorong.
Beberapa daerah di Jawa Barat masih bergantung pada peternakan di wilayah lain karena belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sendiri.
Ketergantungan itu antara lain soal pemenuhan kebutuhan akan daging sapi potong, telur ayam, dan susu sapi.
"Sapi potong di Jawa Barat populasinya dibanding Jawa Timur, cuma 10 persen yakni 420 ribu sedangkan di Jawa Timur sudah 4,5 juta," katanya saat ditemui di acara kontes ternak di Kompleks Dadaha Sport Centre, Kota Tasikmalaya, Rabu (18/7/2018) siang.
• Semburkan Ludah ke Kiper Bali United, Striker Persija Jakarta Ivan Carlos Buat Pembelaan Begini
• Udara Dingin Bikin Kulit Kering? Atasi dengan 5 Langkah Ini
Populasi sapi potong itu, ucap Dewi Sartika, tentunya berpengaruh terhadap produksi daging sapi potong.
"Walau pemenuhan di kita 38 persen tapi sisanya masih ngambil dari Jawa Timur atau Nusa Tenggara Barat," ujarnya.
Selanjutnya, dia menjabarkan mengenai satu komoditas yang harganya tengah meroket dan belum stabil beberapa waktu ini yakni telur.
Menurutnya, pasokan telur di Jawa Barat masih mengandalkan pasokan dari daerah lain di luar wilayahnya. Lantaran peternak ayam di Jawa Barat cenderung memilih ayam pedaging dibanding ayam petelur.
Begini Mekanisme Pendaftaran CPNS 2018: Ingat! Belum Ada Persyaratan atau Formasi yang Ditetapkan https://t.co/1PeMQhSAeE via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 18, 2018
"Untuk ayam petelur untuk di Jawa Barat itu iklimnya lebih ke ayam pedaging seperti boiler mungkin karena efisiensi waktu, untuk petelurnya masih ngambil dari Blitar atau Medan," katanya.
Terakhir, komoditas susu yang diproduksi di Jawa Barat bahkan di Indonesia.
"Susu di Indonesia memang relatif kecil, masih di angka 25 persen sisanya masih impor," ujarnya.
Masih lesunya peternakan di Jawa Barat, dinilai Dewi Sartika dipengaruhi beberapa faktor.
"Kendala cuaca sering dikeluhkan peternak, kemudian ada regulasi larangan pemakaian pakan tertentu, kemudian biaya dan waktu pembibitan jadi faktor kejengahan biasanya dari para peternak," katanya. (*)