Piala Dunia 2018

Kenakan Kostum Polisi, Wanita Penerobos di Final Piala Dunia 2018 Ternyata Anggota Grup Band Punk

Dalam aksi yang sempat membuat laga terhenti di menit 52 itu, 3 orang wanita, satu laki-laki, menerobos masuk lapangan.

Kenakan Kostum Polisi, Wanita Penerobos di Final Piala Dunia 2018 Ternyata Anggota Grup Band Punk
montase, the telegraph, the guardian via Tribunnews
Aksi wanita yang menerobos ke tengah lapangan saat final Piala Dunia 2018 

Satu penerobos bahkan sempat melakukan salam high five (tos) dengan seorang pemain Perancis di tengah lapangan.

Media Rusia, Mediazona menyebut, semua penerobos akhirnya ditahan oleh kepolisian.

Langganan Penjara

Pussy Riot dibentuk pada Agustus 2011.

Band punk wanita ini gonta ganti personel, dengan jumlah personel diperkirakan sebanyak 11 orang.

Mereka kerap memakai topeng saat tampil di depan umum.

Grup Band Pussy Riot memang mondar-mandir penjara polisi.

Mereka kerap menyuarakan kritik-kritik terhadap kondisi sosial dan politik di Rusia.

Sebelumnya, mereka mencuri perhatian saat melakukan protes di Katedral Moskow pada 2012.

Jembatan Maktal 2 Dibangun untuk Antisipasi Kemungkinan Buruk pada Jembatan Maktal yang Sudah Tua

Tiga orang masuk penjara karena aksi ini.

Satu protes tergila mereka yang lain, adalah ketika melakukan hubungan intim di depan umum, di Museum Biologi Moskow!

Lirik-lirik mereka kerap menyuarakan suara hak wanita, hak LGBT, dan perlawanan terhadap rezim Vladimir Putin.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Wanita Penerobos Laga Final Piala Dunia 2018 itu Ternyata Personel Band Punk

Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved