Suami Istri Pelempar Bom Panci Ini Dimata Warga Orang Baik, Sehari-hari Jualan Kue di Pasar

Keduanya diduga terlibat Jaringan Ansorut Daulah (JAD) wilayah Indramayu.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ichsan
tribunjabar/ahmad imam baehaqi
Panci yang dilempar pasutri terduga teroris ke Mapolres Indramayu, Jl Gatot Subroto, Kabupaten Indramayu, Minggu (15/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pasangan suami istri yang melempar bom panci ke Mapolres Indramayu dikenal baik oleh tetangganya.

Selain itu, keduanya juga dikenal terbuka dan berbaur dengan warga sekitar.

"Orangnya baik-baik semua, enggak ada masalah," ujar Ketua RW 26 Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Tarli, saat ditemui usai penggeledahan rumah GL oleh Tim Densus 88, Minggu (16/7/2018).

Sejumlah Anak Muda Ini Buka Lapak Baca Buku Gratis di Alun-alun Majalaya, Budayakan Membaca

Ia mengatakan, sehari-hari GL bekerja sebagai penjual kue di pasar.

Tarli mengaku tak menyangka kedua pasutri itu terlibat jaringan teroris.

Keduanya diduga terlibat Jaringan Ansorut Daulah (JAD) wilayah Indramayu.


"Katanya GL itu sempat lari ke rumah pamannya sebelum ditangkap," kata Tarli.

Selain rumah GL, Densus 88 juga menggeledah rumah pamannya, MK.


Densus 88 menggeledah rumah keduanya yang berada di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, pada Minggu kira-kira pukul 08.00 WIB.

Petugas menyita sejumlah barang bukti dari rumah keduanya.

"Tadi lihat ada panah, buku-buku, dan lainnya," ujar Tarli.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved