Pembebasan Lahan untuk Pelabuhan Patimban yang Akan Terkoneksi dengan Tiga Jalur Belum Tuntas Semua

Pemerintah Provinsi Jabar mengupayakan percepatan pembebasan lahan dan pembangunan konstruksi Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang . .

Pembebasan Lahan untuk Pelabuhan Patimban yang Akan Terkoneksi dengan Tiga Jalur Belum Tuntas Semua
ISTIMEWA
Penjabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan saat mengunjungi lokasi pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Rabu (11/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jabar mengupayakan percepatan pembebasan lahan dan pembangunan konstruksi Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang dalam tiga tahapan. Pelabuhan ini akan menjadi pusat distribusi logistik utama kawasan industri di Jabar.

Penjabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan menuturkan berdasarkan pemantauannya dengan berbagai pihak, Patimban siap menjadi kawasan pelabuhan internasional. Pihaknya tinggal menyelesaikan pembebasan lahan, pembangunan jalan, dan tahapan pembangunan.

"Apa yang diharapkan pemerintah dan masyarakat bisa teralisasi, karena ini cukup luas. Jarak dengan Pelabuhan Cirebon jauh, Tanjung Emas di Semarang jauh, dengan Tanjung Perak juga lebih luas Patimban," kata Iriawan saat mengunjungi lokasi pembangunan Pelabuhan Patimban, Rabu (11/7/2018).

Curhat Ridwan Kamil saat Putrinya Tak Lolos PPDB: Zara Menangis, Saya Patah Hati, Tapi Ini Peraturan

13 Pabrik di Cimahi Saluran Limbahnya Ditutup Satgas Citarum, Wali Kota Komentar Begini

Iriawan mengatakan dirinya memerintahkan para pejabat terkait untuk menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing. Pemerintah Kabupaten Subang diminta untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pelabuhan ini.

Iriawan menuturkan terdapat tiga tahap pembangunan Pelabuhan Patimban sampai 2027. Tahap pertama merupakan pembangunan jalan yang dilanjutkan nantinya dengan tahap berikutnya secara maksimal dalam pembangunan konstruksi.

"Tentunya pelabuhan ini akan terkoneksi dengan jalan biasa dulu, jalan reguler. Juga nantinya akan dibangun ke jalan tol. Kita pelajari pintu keluarnya di mana, interchage-nya di mana, kita akan pelajari mana yang lebih ekonomis dan efisien untuk pelabuhan," ujarnya.


Menurut Iriawan, koneksi terakhir adalah penyambungan jalur kereta api barang. Pihaknya akan mengkomunikasikan akses kereta api dari Pagaden, Cirebon, dan Jakarta, dengan PT KAI.

Pembebasan lahan pada tahap satu, katanya, akan menelan biaya cukup besar hampir Rp 800 miliar. Anggaran dari pemerintah pusat ini, menurut Iriawan, sudah disediakan dan tinggal dikoordinasikan dengan pemerintah dan masyarakat setempat.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved