Klaim Ada Praktek Politik Uang di Pilbup Cirebon, Luthfi-Qomar Mengaku Siap Hadirkan 100 Ribu Saksi

Paslon bupati dan wakil bupati Cirebon Mochammad Luthfi dan Nurul Qomar mengklaim pihaknya menemukan pelanggaran politik uang.

Tribun Jabar/ Siti Masithoh
Mochammad Luthfi saat ditemui di UMC, Rabu (4/7/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Cirebon Mochammad Luthfi dan Nurul Qomar mengklaim pihaknya menemukan pelanggaran politik uang (money politic) di Pilbup Cirebon.

Oleh karenanya, mereka siap menghadirkan saksi dan membawa perkara ini ke ranah hukum.

"Money politic adalah pelanggaran berat dan itu dilakukan oleh salah satu paslon dan kami menuntut keadilan," ujar Luthfi saat ditemui di UMC, Rabu (4/7/2018) sore.


Menurutnya, paslon nomor empat adalah satu-satunya yang tidak melakukan money politic.

Ia menuntut keadilan kepada penyelenggara pemilu KPU dan Panwaslu.

Jika persoalan itu tidak bisa diselesaika, pihaknya akan mengadukan ke Bawaslu RI dan DKPP.

"Kami melihat dengan mata kepala kami sendiri bahwa ada puluhan ribu orang di kabupaten Cirebon yang dibagikan uang sebesar Rp 10 ribu," tegas Luthfi.

Disdik Jabar Akan Salurkan Anak yang Tidak Lolos PPDB ke Sekolah Swasta

Jika paslon nomor urut empat diminta untuk menghadirkan saksi, mereka sudah siap.

"Kami siap menghadirkan 100 ribu orang saksi yang menerima uang itu dari salah satu paslon,"ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan sudah menginventaslisir
seluruh timses yang mendistribusikan dana tersebut.

"Namanya di tiap desa dan kecamatan dan kami akan mengajukan sebagai laporan pelanggaran berat pemilu," pungkasnya.

Walikota Siapkan Puluhan Juta Bagi Atlet Peraih Medali Emas Porda

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved