Pilkada Serentak

Ketua KPU Jabar: Angka Partisipasi Masyarakat di Pilkada Serentak Tahun 2018 Meningkat

KPU Kota Bandung gelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilgub Jabar dan Pilwalkot di Hotel Papandayan

Ketua KPU Jabar: Angka Partisipasi Masyarakat di Pilkada Serentak Tahun 2018 Meningkat
Tribun Jabar/Cipta Permana
Ketua KPU Kota Bandung, Rifqi Alimubarok menjelaskan tahapan-tahapan dalam pelaksanaan Rapat Pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung Tahun 2018 di tingkat Kota Bandung, di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Kamis (5/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung mengggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara  pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung Tahun 2018 di tingkat Kota Bandung, di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Kamis (5/7/2018).

Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Yayat Hidayat yang hadir di acara tersebut mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat dalam menentukan calon kepala daerah lima tahun kedepan, saat ini mengalami peningkatan signifikan dibanding penyelenggaraan Pilkada di tahun-tahun sebelumnya, yakni sebanyak 72 persen.

"Tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada kali ini merupaka sebuah capaian yang luar biasa, yang sebelumnya tidak pernah terpikir mampu menembus lebih dari angka 70 persen, karena biasanya hanya di atas 60 persen. Keberhasilan ini berkat kerja keras bersama dari seluruh pihak, juga kesadaran masyarakat untuk turut menyukseskan pesta demokrasi ini," ujar Yayat dalam sambutannya.

Jalani Sidang, Sule Masih Sempat Layani Foto Para Penggemarnya: Cicing Atuh, Tong Diganggu

Begini Keputusan Majelis Hakim pada Sidang Kedua Gugat Cerai Lina Terhadap Sule di Bandung

Bahkan menurutnya, di beberapa kota besar yang kental dengan tingkat golput yang sangat tinggi, saat ini berbanding terbalik dalam gelaran Pilgub Jawa Barat 2018, seperti halnya di Kota Bandung dengan tingkat 78 persen, kemudian Kota Depok dan Kota Bekasi di angka 70 persen.

Berdasarkan hasil tersebut, kata Yayat menunjukan bahwa gelaran Pilkada bisa menjadi jembatan emas bagi masyarakat dalam memperbaiki nasib kehidupannya lima tahun kedepan.


"Prestasi ini harus kita pertahankan, bahkan tingkatkan di masa yang akan datang, untuk menjadikan gelaran Pilkada ini sebagai pendidikan politik bagi masyarakat Jawa Barat," ucapnya.

Yayat menambahkan, dirinya sangat mengapresiasi kepada beberapa kandidat kepala daerah baik di tingkat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, serta Bupati dan Wakil Bupati di sejumlah kabupaten di Jawa Barat, dapat menerima kekalahan maupun mengakui kemenangan dari salah satu paslon dengan lapang dada dalam hasil hitung cepat (quick count), meskipun penetapan hasil real count KPU belum dilakukan.

"Ini pelajaran politik yang sangat mewah yang terjadi di Jawa Barat. Semoga ini dapat menjadi inspirasi atau contoh baik bagi masyarakat di Indonesia, bahkan dunia," katanya. (*)

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved