Ini Penjelasan PVMBG Mengenai Gempa Bumi di Tenggara Kabupaten Bandung Barat

Wilayah Bandung Barat diguncang gempa bumi, Kamis (5/7/2018) sekitar pukul 01.45 WIB.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Seli Andina Miranti
bmkg.go.id
Gempa di Kabupaten Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wilayah Bandung Barat diguncang gempa bumi, Kamis (5/7/2018) sekitar pukul 01.45 WIB.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi berada pada koordinat 107,73° BT dan 7,25° LS (17 km tenggara Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat) dengan magnitudo 3,7 SR pada kedalaman 10 kilometer.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kasbani, menjelaskan, pusat gempa bumi berada di sekitar perbatasan Kabupaten Bandung Barat dengan Kabupaten Garut.


Pusat gempa bumi ada di sebuah wilayah pebukitan bergelombang yang disusun oleh batuan vulkanik merupakan hasil eruspsi Gunung Guntur-Pangkalan-Kendang dan Gunung Papandayan.

"Batuan gunung api yang diendapkan di daerah ini berupa abu gunung api, aliran lava dan endapan effata yang berumur Holosen Aluvium, endapan termuda di daerah ini, hanya ditemukan terbatas di sepanjang aliran sungai," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Tribun Jabar, Kamis.

"Daerah ini telah sangat terdeformasi, terbukti dengan keberadaan banyak sturktur geologi berupa patahan dan lipatan," sambungnya.

Dikatakan Kasbani, belum ada penelitian yang mendalam untuk mengetahui tingkat aktivitas patahan-patahan di daerah ini.

Keberadaan struktur geologi dan litologi batuan muda yang belum terkompaksi, ujarnya, dapat memperbesar goncangan gempabumi.

UPT BPOM Segera Beroperasi di Kota Tasikmalaya dan Empat Kabupaten di Sekitarnya

Lebih lanjut, Kasbani menjelaskan, berdasarkan posisi sumber gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi ini merupakan gempa bumi yang berasosiasi dengan aktivitas patahan di darat sehingga tidak memicu tsunami.

Namun guncangannya diperkirakan cukup kuat karena letaknya yang dekat dengan pemukiman dan kondisi geologi lokal.

"Ada dua patahan yang cukup panjang yang mengapit pusat gempabumi, salah satu dari patahan tersebut dapat menjadi sumber gempabumi ini," kata Kasbani.

Masyarakat, sambungnya, diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat.

Masyarakat juga jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

"Tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang dimungkinkan berkekuatan lebih kecil," kata Kasbani.

Satgas Citarum Sudah Cor 13 Saluran Pembuangan Limbah Pabrik di Cimahi

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved