Pilgub Jabar

Hasil Final Penghitungan Suara Pilgub Jabar oleh KPU Garut, Rindu Menang di Kota Dodol

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut melakukan rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan

Hasil Final Penghitungan Suara Pilgub Jabar oleh KPU Garut, Rindu Menang di Kota Dodol
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Calon gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan pidato politik di depan pendukungnya saat merayakan kemenangan pada Pilgub Jabar 2018, di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (27/6/2018). Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) berhasil unggul dari tiga pasang calon lainnya berdasarkan versi hitung cepat (quick count) dari seluruh lembaga survei. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut melakukan rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pilgub Jabar di Kabupaten Garut.

Hasilnya, pasangan nomor urut satu, Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) mendapatkan perolehan suara terbanyak dengan mengantongi 435.652 suara.

Sementara Tb Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), memperoleh raihan suara paling 180.852 suara.

Pasangan calon nomor urut tiga, Sudrajat - Ahmad Syaikhu (Asyik) memperoleh raihan suara sebanyak 240.850, dan yang terakhir, pasangan calon nomor urut empat, Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi mengantongi 337.391 suara.

Ketua KPU Garut, Hilwan Fanaqi, mengatakan, suara yang sah dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar sebanyak 1.203.475 dan tidak sah sebanyak 65.276.

"Seharusnya jumlah suara sah dalam pemilihan gubernur sebanyak 1.848.992," kata Hilwan di Aula Graha Patriot Dharma Satya, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (5/7/2018).

Hilwan mengatakan, angka partisipasi dalam pemilihan gubernur Jabar ini berada diangka 70,42 persen, walaupun target KPU tersebut, 75 persen.

"Ini dikarenakan para Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah pindah, meninggal, ataupun belum sadar," katanya.

Terkait 65.276 suara tidak sah, Hilwan mengatakan, sebagian pemilih dikarenakan, tidak memahami saat pencoblosan, mencoblos semua calon, ataupun mencoblos tidak sesuai aturan.

"Ini adalah tugas kami untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait hak pilih," katanya

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved