Duh! Tidak Berikan Potongan Bonus, Atlet Paralimpik Diancam Tidak Bisa Ikut Pelatnas dan Pelatda

Beberapa atlet paralimpik mengaku ditagih potongan bonus yang didapat pada Peparnas sebesar 25 persen oleh NPCI.

Duh! Tidak Berikan Potongan Bonus, Atlet Paralimpik Diancam Tidak Bisa Ikut Pelatnas dan Pelatda
LUTFI
Atlet bulu tangkis ketegori kursi roda Nasional Paralimpic Commite (NPCI) Jabar yang akan berlaga pada Pekan Paralimpic Nasional (Peparnas) XV yang sedang berlatih. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Beberapa atlet paralimpik mengaku ditagih potongan bonus yang didapat pada Peparnas sebesar 25 persen oleh NPCI.

Jika atlet tidak mau menyerahkan potongan bonus tersebut, maka ia tidak dapat mengikuti pelatnas untuk Asian Paralympic Games yang dimulai September.

"Kami harus menyerahkan 25 persen. Sementara kami tahu potongan itu melanggar hukum UU Nomor 8 tahun 2016 pasal 142 dijelaskan tidak boleh melebihkan atau mengurangi penghasilan disabilitas tanpa seizin pengadilan," ujar Ganjar Jatnika, atlet lari sprint, ketika ditemui di sela aksi demonstrasi di depan Gedung Sate, Kamis (5/7/2018).


Selain tidak bisa ikut Pelatnas, beberapa atlet juga tidak bisa mengikuti pelatda di tingkat kabupate/kota.

"Kemarin saya ikut seleksi tingkat Kota Bandung. Di atas kertas lolos, bisa mengalahkan lawan tapi di-blacklist, tanpa keterangan dengan alasan kemarin tidak bayar setoran," ujar Elda Fahmi, atlet blind judo.

Elda juga mengaku penagihan uang itu dilakukan langsung oleh Ketua NPCI Kota Bandung.

Rumah Elda didatangi sang ketua untuk dimintai uang disertai ancaman blacklist jika tidak menyetor uang.

Klaim Ada Praktek Politik Uang di Pilbup Cirebon, Luthfi-Qomar Mengaku Siap Hadirkan 100 Ribu Saksi

Halaman
12
Penulis: Theofilus Richard
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved