Dalam 4 Bulan, 100 Ribu Mobil Ditempeli Stiker, 5.000 Digembok, Parkir Liar di Bandung Tetap Marak

"Tapi kami tidak pernah menghitung berapa potensi yang hilang akibat parkir liar ini," ujar Asep.

TRIBUN JABAR/ICHSAN
Petugas menggembok sebuah mobil yang parkir sembarangan di Jalan RE Martadinata (Riau), Kota Bandung, Senin (29/12). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perhubungan Kota (Dishub) Bandung terus berupaya menertibkan parkir liar di Kota Bandung yang semakin marak.

"Dalam empat bulan terakhir sudah 100 ribu mobil ditempeli stiker tanda melanggar dan 5.000 digembok, namun tak pernah jera parkir liar tetap marak, " ujar‎ Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT) Dishub Kota Bandung , Asep Kuswara, saat acara Bandung Menjawab di Balai Kota, Kamis (5/7).

Menurut Asep, menyelesaikan masalah parkir ini, seperti memangkas rumput di lapangan. Kita selesaikan di satu titik, muncul di titik lain.

Kronologi Ledakan Bom di Pasuruan, Terduga Pelaku Kelahiran Jakarta Ber-KTP Serang Banten

Asep mengatakan , parkir liar yang ditemukan di Kota Bandung, di tengah kota saja ada 40 titik parkir liar. Belum terhitung titik yang ada di pinggir kota.

"Tapi kami tidak pernah menghitung berapa potensi yang hilang akibat parkir liar ini," ujar Asep.


Menurut Asep, untuk menyelesaikan masalah parkir, harus ada sinergitas dari semua pihak, baik dari pemerintah sebagai penyedia sarana dan prasarana, maupun dari masyarakat, untuk tidak melanggar peraturan.

"Kami akui, di Kota Bandung masih kekurangan lahan parkir. Rencana untuk membangun gedung parkir pun, sampai sekarang masih belum terealisasi," ujar Asep.

Namun, itu bukan berarti masyarakat bisa melanggar peraturan dan parkir sembarangan.  Yang menjadi penyebab timbulnya parkir liar di antaranya, pusat keramaian, kafe dan resto yang tidak memiliki lahan parkir, sekarang ditambah dengan keberadaan transportasi umum online.‎


Sementara itu Kepala UPT Parkir Dishub Kota Bandung, Nasrul Hasani mengatakan, target retribusi parkir tahun lalu sebesar Rp140 miliar, namun hanya terealisasi sebesar Rp 6 miliar. Tahun ini target sebesar Rp118 miliar dan diturunkan sudah tercapai sebesar Rp 5 miliar.

Menurut Nasrul, besarnya target yang ditetapkan untuk retribusi parkir ini, karena ada kesalahan administrasi. Hasil kajian Unpad potensi retribusi parkir di Kota Bandung Rp 80 miliar sedangkan kajian Dishub hanya sebesar Rp 50 miliar.

Target menjadi besar karena kajian Unpad dan Dishub ditotalkan seharusnya tidak ditambahkan karena sama saja.
Untuk memaksimalkan pendapatan selain menindak parkir liar juga rencananya ada 80 mesin parkir akan dipindahkan karena kurang efektif lokasinya.

Penulis: Tiah SM
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved