Petani Desa Sunten Jaya Dilatih Budidayakan Sayuran Horenzo dan Tomat Beef
Para nasabah binaan PNM dibina untuk dapat mempraktikkan sistem pertanian modern. Salah satunya adalah Teknik Tumpang Sari.
TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menggelar pelatihan lanjutan bertemakan “Pelatihan Penanaman dan Perawatan Sayuran Unggul dengan Teknik Tumpang Sari” kepada kelompok petani sayur Desa Sunten Jaya, Lembang, yang digelar di Pusat Pelatihan Petanian dan Pedesaan Swadaya Tani Mandiri, Maribaya Timur, Lembang, Selasa (2/7). Kelompok petani sayur itu beranggotakan enam puluh nasabah binaan PNM dari produk produk Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).
Sebagian besar petani di Desa Sunten Jaya masih menggunakan sistem bertani tradisional, sehingga kualitas produk rendah dan sering mengalami gagal panen. PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bekerja sama dengan Balai Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Tani Mandiri dan Dinas Petanian Jawa Barat memberikan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan baru kepada kelompok petani sayur dalam menghasilkan sayuran unggul berkualitas.
Dalam rilis yang diterima Tribun, Rabu (4/7), pada pelatihan ini, para nasabah binaan PNM dibina untuk dapat mempraktikkan sistem pertanian modern. Salah satunya adalah Teknik Tumpang Sari. Teknik ini merupakan suatu cara bercocok tanam yang melibatkan lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan pertanian. Tujuannya agar dapat meningkatkan hasil produksi dengan memaksimalkan lahan yang ada.
Selain mengajarkan Teknik Tumpang Sari, para nasabah secara khusus dibina untuk dapat membudidayakan Sayuran Horenzo dan Tomat Beef yang saat ini mendapat permintaan yang sangat tinggi dari pasar. Harapannya, nasabah ULaMM dan Mekaar dapat mengambil kesempatan yang baik ini untuk dapat meningkatkan kapasitas usaha dan pendapatannya.
Narasumber yang hadir dalam pelatihan ini adalah Dedi Hernawan, dosen Pertanian Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Turut hadir pula Wakil Ketua DPRD Bandung Barat Hanes Lise, dan Kepala Cabang PNM Cimahi Neneng. (*)
Kelompok petani sayur merupakan sinergi nasabah dari dua produk PNM yang berbeda. Nasabah Mekaar merupakan petani sayuran dan nasabah ULaMM merupakan pengepul sayuran, digabungkan untuk membangun sistem produksi yang terintegrasi dari mulai penanaman hingga pendistribusian sehingga dapat mengingkatkan pengasilan bersama. Kelompok ini dibentuk pada (tanggal) dan telah mendapatkan pelatihan sebelumnya mengenai (tema pelatihan sebelumnya).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pelatihan-pnm_20180704_095027.jpg)