Soal Penataan PKL di Wilayah Perkotaan Garut, Warga: Percuma Ada Bupati

"Ada dua gedung di sana, mereka menolak karena tidak ada keramaian, padahal di situ kan ada angkot," katanya.

Soal Penataan PKL di Wilayah Perkotaan Garut, Warga: Percuma Ada Bupati
tribunjabar/hakim baihaqi
Deretan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Mandalagiri, Kabupaten Garut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Pemerintah Kabupaten Garut berjanji akan menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangan di sejumlah tempat terlarang di wilayah perkotaan Garut.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan para PKL yang berada di sejumlah titik di wilayah perkotaan Kabupaten Garut berjualan di zona merah atau zona bebas PKL.

"Itu semua diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 125 tahun 2012 tentang koordinasi dan pemberdayaan PKL, maka akan tindakan terhadap kegiatan yang mengganggu ketertiban umum," kata Rudy di Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, beberapa waktu lalu (28/6/2018).

Rudy Gunawan mengatakan, para PKL ini sebenarnya telah difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Garut di tempat relokasi yang berada di Jalan Guntur.


"Ada dua gedung di sana, mereka menolak karena tidak ada keramaian, padahal di situ kan ada angkot," katanya.

Agar para PKL ini mau menempati tempat relokasi, kata Rudy Gunawan, pihaknya segera menyelesaikan pembangunan guna wilayah perkotaan kembali tertib.

"Akan diselesaikan, karena saat itu keterbatasan anggaran," katanya.

Baca: Ternyata Begini Cara Pelatih Perancis Kunci Pergerakan Lionel Messi

Baca: Resmi jadi Istri Caisar, Intan Sri Mardiani Bantah Pernah jadi Sopir Indadari

Salah seorang warga, Wahyu Sutarsa (43), mengatakan, pemerintah seharusnya menganggap keberadaan PKL di wilayah perkotaan ini sebagai prioritas utama untuk ditertibkan guna kenyamanan masyarakat.

"Misalnya, PKL cuma 100 orang, tapi kan yang dirugikan lebih dari 100 orang, masa keinginan yang lebih dari 100 orang diabaikan," katanya.

Ia berharap, kepada pemerintah untuk memberikan solusi kepada masyarakat ataupun para PKL guna mewujudkan wilayah perkotaan Garut kembali tertib seperti beberapa tahun lalu.

"Percuma kalau ada bupati, kalau tidak bisa mengubah kondisi garut jadi lebih baik," katanya. (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved