Jumlah Wisatawan Kabupaten Bandung Lebihi Target? Disparbud: Januari-Juni Capai 1 Juta Kunjungan

Disparbud Kabupaten Bandung mencatat sejak Januari hingga Juni ini, jumlah wisatawan ke Bandung selatan mencapai sekitar 1 juta orang.

Jumlah Wisatawan Kabupaten Bandung Lebihi Target? Disparbud: Januari-Juni Capai 1 Juta Kunjungan
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Suasana di kawasan wisata Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Selasa (19/6/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung mencatat sejak Januari hingga Juni ini, jumlah wisatawan ke Bandung selatan mencapai sekitar 1 juta orang.

Kepala Disparbud Kabupaten Bandung, Agus Firman Zaini melalui Kepala Bidang Promosi, Vena Andriawan mengatakan, berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Disparbud, pada 2017 lalu dari target 2,1 juta pengunjung, mampu menembus hingga 2,6 juta orang.

"Untuk tahun ini kami targetkan 2,2 juta. Dan pantauan serta data terakhir yang kami miliki sejak Januari sampai Juni tahun ini, sudah di angka 1 juta kunjungan," ujar Vena saat ditemui di Masjid Al Fathu, Soreang, Jumat (29/6/2018).

Baca: Spanyol Vs Rusia - La Furia Roja Jadi Favorit Menang, Beruang Merah Bakal Tampil Beda

Baca: LIVE STREAMING Indosiar Timnas U-19 Indonesia vs Laos Nanti Malam

Vena berharap, kunjungan wisata ke Kabupaten Bandung pada tahun ini bisa kembali melebihi target.

Hal itu tentunya harus ditunjang dengan berbagai hal, di antaranya pembenahan tempat wisatanya dan akses jalan.

"Pariwisata itu tidak hanya ditangani Disparbud, tapi oleh banyak pihak. Seperti jalan kan itu kewenangannya di Dinas PUPR, dan jalurnya tanggung jawab provinsi karena merupakan jalan provinsi," katanya.


Pihaknya pun, kata dia, pernah menyarankan kepada Kasubdit Jaringan Jalan Kementerian PUPR, terkait pembangunan jalan baru menuju kawasan wisata Ciwidey-Rancabali.

Dia berharap hal tersebut bisa terealisasi, mengingat tidak adanya jalur alternatif di kawasan wisata Ciwidey.

"Beberapa waktu lalu kami sampaikan di rakor. Dari bawah (Soreang) ke atas (Rancabali) one way dan buat jalur baru untuk pulang. Tapi itu tidak cukup dari kita saja. Karena kalau bikin jalan baru pasti lahan yang terkena kan banyak, jadi perlu koordinasi dengan dinas lainnya," tuturnya. (*)

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved