Pilkada Serentak

Puluhan TPS di Kota Cirebon Direkomendasikan Laksanakan Coblos Ulang

Dari total 5 kecamatan di Kota Cirebon, 4 di antaranya mendapat rekomendasi melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Puluhan TPS di Kota Cirebon Direkomendasikan Laksanakan Coblos Ulang
Tribun Jabar/ Ahmad Imam Baehaqi
Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kota Cirebon, Mohamad Joharudin, ditemui di Panwaslu Kota Cirebon, Jl Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (29/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kota Cirebon, Mohamad Joharudin, mengakui, TPS di hampir semua kecamatan Kota Cirebon direkomendasi melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Dari total 5 kecamatan di Kota Cirebon, 4 di antaranya mendapat rekomendasi tersebut.

Pihaknya juga baru menerima laporan dari tiap kecamatan mengenai jumlah valid TPS yang direkomendasi PSU meski belum lengkap.


"Dari laporan yang sudah masuk ada 23 TPS yang direkomendasi PSU," ujar Mohamad Joharudin, kepada Tribun Jabar, Jumat (29/6/2018) malam.

Ia mengatakan, puluhan TPS itu tersebar di empat kecamatan di Kota Cirebon.

Di antaranya, 18 TPS di Kecamatan Kejaksan, 3 TPS di Kecamatan Kesambi, 1 TPS di Kecamatan Pekalipan, dan 1 TPS di Kecamatan Lemahwungkuk.

Sementara, menurut Joharudin, hingga Sabtu (30/6/2018) siang, Panwascam Kecamatan Harjamukti belum mengeluarkan rekomendasi PSU.

Baca: KPU Kabupaten Bandung Putuskan Tak Akan Gelar Pencoblosan Ulang

"Di Kecamatan Harjamukti, perihal jumlahnya belum masuk, masih dalam pendataan," ujar Mohamad Joharudin.

Rekomendasi PSU itu didasari dugaan dibukanya kotak suara masing-masing TPS dibuka di tingkat kelurahan atau PPS.

Hal itu, menurut Joharudin, dinilai melanggar PKPU Nomor 8 Tahun 2018 dan Perbawaslu Nomor 13 Tahun 2018.

"Dalam Pasal 59 Ayat 2 PKPU Nomor 8 Tahun 2018 disebutkan pemungutan suara bisa diulang saat ada satu atau lebih kotak suara yang dibuka tidak sesuai prosedur," kata Mohamad Joharudin.

Baca: Ini Manfat Traveling Menurut Milenial Bandung, Kalau Menurutmu Bagaimana?

Baca: MK Menolak Legalkan Ojek Online, Ini Kata Driver Ojol di Bandung

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved