Breaking News:

Pilkada Serentak

Pilbup Garut, Paslon Nomor Urut Dua Bersikeras Lebih Unggul dari Pasangan Petahana

Tim gabungan pasangan calon nomor urut dua, Iman Alirahman-Dedi Hasan, bersikeras masih mengungguli pemilihan kepala daerah Kabupaten Garut.

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Seli Andina Miranti
tribunjabar/hakim baihaqi
Konferensi pers di Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut, Rabu (27/6/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Tim gabungan pasangan calon nomor urut dua, Iman Alirahman-Dedi Hasan, bersikeras masih mengungguli pemilihan kepala daerah Kabupaten Garut.

Pihak tim mengklaim, pasangan calon ini lebih unggul dari pasangan nomor urut satu, yakni Rudy Gunawan-Helmi Budiman yang diusung oleh partai PKS, Gerindra, dan Nasdem.

Juru bicara tim gabungan Iman-Dedi, Agus Indra, mengatakan, paslon nomor urut dua lebih unggul dari pasangan nomor urut satu, sebanyak 2.000 suara.


"Ini berdasarkan format C1 yang dikumpulkan para saksi dari seluruh TPS," kata Agus kepada wartawan di Kantor DPD Golkar, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Garut, Jumat (29/6/2018).

Dari hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh pasangan nomor urut dua, mereka menduduki urutan pertama sebanyak 36.63 persen dan nomor urut satu 34.93 persen.

Sedangkan pada urutan ketiga, pasangan calon nomor urut empat, Agus Hamdani-Pradana Aditya Wicaksana, 17,73 persen, dan diposisi paling buncit, Suryana-Wiwin Suwindaryati, 10,71 persen.

Berdasarkan hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh KPU, pasangan calon (paslon) nomor urut satu, Rudy Gunawan-Helmi Budiman, unggul sebanyak 35,70 persen atau 405.573 suara.

Di urutan kedua, perolehan suara paslon nomor urut dua, Iman Alirahman-Dedi Hasan, berhasil mengumpulkan 32,97 persen sebanyak 374.539 suara.

Baca: Setelah Meningkat 24 Jam, Frekuensi Letusan Gunung Agung Menurun Drastis

Di posisi ketiga, pasangan nomor urut empat, Agus Hamdani-Pradana Aditya Wicaksana, unggul sebesar 20,25 persen atau 230.046 suara.

Terakhir, di posisi paling bawah, pasangan dari jalur perseorangan, Suryana-Wiwin Suwindaryati, hanya mampu mendulang 11,07 persen sebanyak 125.780 suara.

Ketua KPU Garut, Hilwan Fanaqi, mengatakan, perhitungan cepat tersebut dibuat guna memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil pencoblosan pilkada serentak 27 Juni lalu.

"Data penghitungan cepat ini berdasarkan model C1 di seluruh TPS," kata Hilwan di Kantor KPU Garut, Jalan Suherman, Kabupaten Garut, Jumat (29/6/2018).

Hilwan mengatakan, hasil penghitungan cepat tersebut masih bersifat hasil sementara dan belum dipastikan sebagai hasil akhir dari penyelenggaraan pilkada serentak.

"Hasil akhir akan diumumkan nanti pada saat rapat pleno," katanya.

Baca: Manis dan Nikmat, Menu Camilan di Gesa Kopi Ini Cocok Jadi Teman Minum Kopi

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved