Minggu, 12 April 2026

Kapal Terbalik di Danau Toba

Basarnas Gunakan Pukat Harimau untuk Jangkau KM Sinar Bangun

Pencarian ini merupakan operasi lanjutan, setelah 7 hari pencarian awal ditambah tiga hari pencarian berikutnya belum membuahkan hasil.

Editor: Ravianto
facebook
KM Sinar Bangun sebelum berangkat di Pelabuhan Simanindo menuju Tigaras 

Laporan Wartawan Tribun Medan, M Andimaz Kahfi

TRIBUNJABAR.ID, MEDAN - Pencarian korban hilang KM Sinar Bangun yang tenggelam pada Senin (18/6/2018) lalu, telah memasuki hari ke-11.

Pencarian ini merupakan operasi lanjutan, setelah 7 hari pencarian awal ditambah tiga hari pencarian berikutnya belum membuahkan hasil.

Dalam proses pencarian korban hilang maupun bangkai KM Sinar Bangun, sebelumnya telah dikerahkan Remotely Operated Vehicle (ROV) yang mampu menjangkau kedalaman 350 meter, serta Multibeam Side Scan Sonar yang mampu menjangkau kedalaman 600 meter dan 2.000 meter.

Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Medan, Budiawan mengatakan kini Tim SAR coba untuk menggunakan pukat harimau, yang diharapkan mampu menemukan titik cerah dalam pencarian.

Terlebih saat ini posisi bangkai KM Sinar Bangun, diduga berada di kedalaman 490 meter.

"Kita sudah berusaha menggunakan segala macam cara. Seperti di permukaan air menggunakan perahu karet untuk penyisiran dan kita harapkan saja mudah-mudahan maksimal alat ini ROV dan pukat harimau mampu menjangkau KM Sinar Bangun," kata Budiawan, Kamis (28/6/2018).

Budiawan menjelaskan dalam proses pencarian hari ini, sekitar 300 personel dikerahkan karena alat pukat harimau penggunaannya harus membutuhkan banyak orang.

Baca: Anak yang Jadi Model Ini Dulu Ditelantarkan, Saat Ibu Kandung Mencarinya Begini Balasan yang Didapat

Baca: Foto-foto Reaksi Ridwan Kamil Setelah Dinyatakan Mememangi Pilgub Jabar Versi Quick Count

Bahkan tiga helikopter dari Basarnas, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Simalungun, diturunkan menyisir dan memantau lokasi pencarian melalui udara.

"Pencarian juga banyak didukung menggunakan pukat harimau. Dan bantuan relawan dari Pemkab Samosir, 50 personel. Kekuatan harus ditambah, karena alat pukat harus banyak yang menariknya," jelas Budiawan.

Hingga saat ini sesuai dengan data resmi yang dikeluarkan oleh Basarnas, sebanyak 164 orang korban KM Sinar Bangun masih dinyatakan hilang.

Sementara korban selamat sebanyak 21 orang, serta 3 penumpang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. (cr9/tribun-medan.com)


Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved