Pilkada Serentak

Ingat, HP Tidak Boleh Dibawa saat Nyoblos, Ini Alasannya

Dengan larangan ponsel, KPU ingin menghindari praktik-praktik kecurangan yang mungkin dimanfaatkan oleh oknum.

Ingat, HP Tidak Boleh Dibawa saat Nyoblos, Ini Alasannya
thesun.co.uk
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Semua warga Jawa Barat yang masuk dalam daftar pemilih tetap dipersilakan menggunakan hak suaranya untuk memilih gubernur, Rabu (27/6/2018).

Tetapi, pemilih tidak boleh membawa HP ke bilik suara saat mencoblos.

"HP disimpan di pintu. Nanti diperiksa (sebelum masuk bilik suara)," ujar Ketua KPU Kota Bandung, Rifqi Alimubarok, ketika ditemui di Bandung, Senin (25/6/2018).


Rifqi mengatakan bahwa larangan ini diberlakukan untuk menjaga suasana pilkada tetap kondusif.

KPU ingin menghindari praktik-praktik kecurangan yang mungkin dimanfaatkan oleh oknum.

Selain itu, peraturan ini juga mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Untuk mejaga independensi, kan itu (pemilihan) rahasia," ujarnya.

Baca: Rumah Dua Lantai di Daerah Padat Penduduk Terbakar Pagi Tadi

Rifqi mencontohkan kecurangan yang mungkin dilakukan oknum adalah menawarkan sejumlah uang kepada warga jika memilih kandidat tertentu.

Warga bisa saja diiming-imingi uang melalui cara memfoto bukti ia telah memilih kandidat yang diminta oknum.

Maka, untuk mencegah praktik tersebut, pemilih tidak diperbolehkan membawa HP saat mencoblos.

Selain HP, pemilih juga dihimbau untuj tidak mengenakan atribut parpol atau atribut kampanye.

Baca: Pascalebaran, Uang Masuk Perbankan dari Masyarakat Wilayah III Cirebon Capai Triliunan

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved