Kecelakaan Kapal Terjadi Lagi, Inilah Daftar Insiden yang Pernah Terjadi di Danau Toba
Berdasarkan laporan yang tercatat, setidaknya ada beberapa insiden kecelakaan yang terjadi di Danau Toba sejak tahun 1955.
Penulis: Indan Kurnia Efendi | Editor: Indan Kurnia Efendi
TRIBUNJABAR.ID - Kecelakaan kapal kembali terjadi di Danau Toba, Sumatera Utara, Jumat (22/6/2018) sekitar pukul 19.00.
Kapal motor (KM) Ramos Risma Marisi yang mengangkut lima penumpang itupun oleng. Dugaan sementara, kapal mengalami mati mesin. Di saat yang bersamaan, cuaca hujan deras, angin kencang, dan ombak pun cukup tinggi.
Akibat insiden ini, sebanyak empat orang korban berhasil diselamatkan oleh dua kapal KM. Petrus dan KM Horas Bunda. Keempatnya kini dirawat di Puskesmas Sirait.
Sementara itu korban yang hilang dan masih dalam pecarian bernama Rahmat Dani (28) yang berprofesi sebagai petani warga Desa Sampuran Kecamatan Mura Kabupaten Taput.
Melansir dari Tribun Medan, berikut kronologi lengkap kecelakaan KM Ramos Risma Marisi:
1. Kapal Motor Jenis kayu yang sering digunakan mangantar penumpang berangkat dari pulau Sibandang Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara menuju Pelabuhan Nainggolan Kabupaten Samosir. Selanjutnya kapal kembali ke Pelabuhan Sibandang namun di tengah pelayaran, kapal mati mesin.
2. Pada Hari Jumat, 22 Juni 2018 pukul 21.15 WIB, kantor SAR Medan menerima info dari Kapolsek Onanrunggu no HP 08139692xxxx bahwa pada pukul 21.00 WIB, telah terjadi musibah kapal mesin dengan jumlah penumpang 5 org di Danau Toba jalur layar Pelabuhan Muara - Nainggolan.
3. Koordinat kecelakaan pada posisi 02. 24'N 98.54' E radial dari Posko Tigaras ke LKP 170° dengan jarak sekitar 70 Kilometer.
4. Pada tanggal 22 Juni 2018 pukul 20.20 WIB Koordinator Pos SAR Danau Toba berkoordinasi dengan Kapolsek Onanrunggu agar menggerakkan kapal masyarakat untuk membantu Pertolongan yaitu KM.
Petrus & KM Horas Bunda bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi SAR.
5. Melihat jauhnya lokasi musibah Dari posko Onangrunggu tidak efektif pencarian malam ini, Tim Pos SAR Danau Toba digerakkan esok hari, Sabtu (23/6/2018) pukul 07:00 WIB.
6. Unsur yang ikut melaksanakan Operasi penyelamatan yakni masyarakat dan Polsek Onanrunggu.
Kecelakaan kapal yang terjadi di Danau Toba bukan kali ini saja terjadi.
Beberapa hari sebelumnya, KM Sinar Bangun mengalami kecelakaan dan tenggelam.
Berdasarkan laporan yang tercatat, setidaknya ada beberapa insiden kecelakaan yang terjadi di Danau Toba sejak tahun 1955.
Kecelakaan paling dekat dengan KM Ramos Risma Marisi adalah tenggelamnya KM Sinar Bangun. Dua kecelakaan itu terjadi hanya berselang lima hari.
Melansir dari Tribun Medan, insiden yang paling awal tercatat yaitu bertabrakannya dua kapal pada tahun 1955.
Akibat kecelakaan itu, 55 orang meninggal dunia.
Pada tahun 1986 dan 1987, kecelakaan kembali terjadi dan menelan korban jiwa.
Insiden yang disebut-sebut sebagai kecelakaan kapal terbesar di Danau Toba terjadi tahun 1997.
Kala itu, KM Peldatari tenggelam dan menewaskan puluhan penumpang.
Penyebab kejadian ini diduga karena muatan kapal yang melampaui kapasitas.
Sebagian besar korban yang meninggal adalah anak-anak muda perajin kayu untuk souvenir yang dijual ke Tomok atau Parapat.
Insiden berikutnya terjadi saat Perayaan Pesta Danau Toba 2013.
Pesta yang harusnya berlangsung meriah itu justru dibarengi kejadian mengerikan saat sebuah kapal motor bertabrakan dengan ferry Rao Toba I.
Insiden bermula saat kapal ferry Tao Toba I berlayar dari Pelabuhan Tomok menuju Parapat. Kapal tersebut menyerempat KM Yola yang kelebihan penumpang.
Sebanyak 81 orang penumpang berhasil diselamatkan dan empat orang dinyatakan hilang.
Kecelakaan di perairan Danau Toba kembali terjadi pada Mei 2016.
Sebuah kapal kayu bertabrakan dengan kapal boat dan mengakibatkan sejumlah penumpang luka.
Menurut laporan, tidak ada korban tewas dalam insiden ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kapal-feri-tolong-penumpang-km-sinar-bangun-yang-terombang-ambing-di-danau-toba_20180619_205428.jpg)