Kapal Terbalik di Danau Toba

Basarnas Datangkan Helikopter, Bantu Pencarian Korban KM Sinar Bangun

Sedangkan Tim darat akan bekerja mencari korban di arah timur laut dan barat dengan lama waktu sekitar 2 jam.

Basarnas Datangkan Helikopter, Bantu Pencarian Korban KM Sinar Bangun
ilustrasi/pagi.co
Helikopter terbang di atas perahu 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUNJABAR.ID, TIGARAS - Memasuki hari ke -6 pencarian korban hilang KM Sinar Bangun, Basarnas sudah memulai pencarian sejak pukul 07.00 WIB, dengan menggunakan alat Multibeam Side Scan Sonar dari Lantamal I, Denjaka, Taifib dan Kopaska telah melakukan pencarian titik keberadaan kapal.

"Kita melakukan pencarian gunakan Multibeam Side Scan Sonar agar menemukan titik koordinat kapal tenggelam. Pencarian dipermukaan juga sudah dilakukan pada pukul 07.30 WIB dengan mengerahkan 18 perahu karet menurunkan 100 personel, mencari sampai sejauh 30 kilometer, yang semula hanya 20 kilometer," kata Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Medan, Budiawan di Pelabuhan Tigaras, Sabtu (23/6/2018).

Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Medan, Budiawan
Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Medan, Budiawan (TRIBUN MEDAN/M Andimaz)

Lebih lanjut, Budiawan menjelaskan bahwa Tim yang mencari di permukaan juga akan menyusuri mencari di bibir danau, kalau ada ditemukan korban yang masih mengapung.

Sedangkan Tim darat akan bekerja mencari korban di arah timur laut dan barat dengan lama waktu sekitar 2 jam.

"Yang jelas hingga kini 19 selamat, 3 meninggal dunia semua perempuan dan satu sudah dipulangkan ke rumah keluarga korban dan sudah diberikan santunan sebesar Rp 50 juta dari Jasa Raharja," katanya.

Terkait cuaca, Budiawan menuturkan bahwa cuaca pagi sempat hujan gerimis dan berangsur-angsur membaik. Diperkirakan pagi hingga sore bersahabat. Informasi dari BMKG Medan gelombang di Danau Toba 0,1 sampai 2 meter.

Baca: Basarnas Danau Toba Ungkap yang Terjadi Sebenarnya pada KM Ramos Risma Marisi

Baca: Mengenal Alshad Ahmad, Sepupu Raffi Ahmad yang Ganteng, Anak Motor, dan Masih Single

"Helikopter yang akan digunakan AR3064 yang pernah dilaunching sebelumnya di Lanud Soewondo. Sudah bergerak dari Bandara Pekanbaru pukul 07.30 WIB untuk menuju Bandara Silangit dan akan landing pukul 09.00 WIB dan selanjutnya setelah persiapan akan menuju Pelabuhan Tigaras," ujarnya.

"Pencarian per semalam tim kita belum mendapatkan korban, tapi kita temukan helm warna merah, jaket, life jaket bertuliskan KMP Sumut I dan satu sendal wanita sebelah kanan dan satu paket gabus," ungkapnya.

Lanjut, Budiawan berandai apabila kapal ditemukan dikedalaman berapapun, yang sekarang di kedalaman 500-800 meter kita yang jelas akan berfikir kembali dan harus meminta bantuan kemana. Karena fokus Tim SAR hingga kini masih mencari dimana kapal berada.

"Dugaan kita banyak korban yang terjebak didalam kapal. Alasan karena yang dipermukaan didapatkan hanya 1 hingga 2 orang. Perkiraan kita korban mencapai 200 orang lebih," ujar Budiawan.(cr9/tribun-medan.com).


Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved