Breaking News:

Grebeg Syawal di Makam Sunan Gunungjati Ini Dipadati Ribuan Peziarah

Grebeg Syawal merupakan tradisi yang menjadi prosesi ritual Keraton Kanoman Cirebon sejak beberapa abad lalu.

Tribun Jabar/ Siti Masithoh
Acara Grebeg Syawalan di Makam Sunan Gunungjati, Jumat (22/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Grebeg Syawal di Makam Sunan Gunung Djati tampak dipadati ribuan peziarah, Jumat (22/6/2018) pagi.

Grebeg Syawal merupakan tradisi yang menjadi prosesi ritual Keraton Kanoman Cirebon sejak beberapa abad lalu.

Prosesi ritual yang ditahbiskan dalam bentuk “pengakuan” terhadap silsilah para leluhur, dan “perhelatan” yang berisi doa-doa kepada para raja yang telah wafat sebagai pendahulu keraton.


Prosesi ritual Keraton ini berupa acara melakukan ziarah kubur Sultan Kanoman (Gusti Sultan Raja Muhammad Emirudin) yang akan diiringi segenap keluarga maupun kerabat dekat Keraton.

"Atas nama Keluarga Besar Kesultanan Kanoman Cirebon mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1436 H. Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat. Semoga amal ibadah kita dapat menghantarkan kesalehan menjadi orang-orang yang bertakwa," ujar Fatih Keraton Kanoman Pangeran Raja M Qodiran saat ditemui di Makam Gunungjati, Jumat (22/6/2018).

Acara dimulai pukul 07.00 WIB - 10.00 WIB, dari mulai membaca doa hingga berebut makanan dan uang.

Grebeg Syawalan tampak begitu ramai dan dipadati juga peziarah dari luar wilayah III Cirebon.

Baca: Benarkah Tike Priatnakusumah Sudah Punya Firasat Sebelum Ibunda Meninggal?

Baca: Ibunda Tike Priatnakusumah Meninggal, Keluarga Terkejut dengan Keterangan Dokter karena Ini

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved