Ibu yang Pukuli Anaknya Hingga Tewas Gara-gara Layangan, Tak Punya Riwayat Gangguan Jiwa

Adik korban yang berusia 7 tahun dirawat dan diasuh oleh salah satu saudaranya sendiri untuk menghindari kekejaman ibu kandungnya.

Ibu yang Pukuli Anaknya Hingga Tewas Gara-gara Layangan, Tak Punya Riwayat Gangguan Jiwa
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Penyidik UPPA Polres Malang memeriksa ibu kandung pelaku penganiayaan (kanan) terhadap anaknya hingga tewas. 

Laporan Wartawan Surya  Ahmad Amru Muiz

TRIBUNJABAR.ID, MALANG - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang akan memeriksakan ibu pelaku penganiaya anak kandung hingga tewas ke psikolog.

Perempuan tersebut, Ani Masripah (34) warga Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, tidak memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

Kepala UPPA Polres Malang, IPTU Yulistiana Sri Iriana mengatakan, dari keterangan para saksi diketahui kalau pelaku memiliki temperamenl keras dan sering memukul anak sulungnya, SA (8).

Walau begitu, pelaku dari keterangan para saksi tidak memiliki riwayat sakit jiwa atau mengalami stres.

"Tentunya nanti dari hasil pemeriksaan psikolog bisa diketahui kejiwaan dari pelaku yang tega menganiaya anaknya hingga meninggal dunia tersebut," kata Yulistiana, Kamis (21/6).

Dijelaskan Yulistiana, sikap keras dari pelaku terhadap korban tersebut sudah biasa terjadi dari keterangan para saksi.

Bahkan suaminya sendiri, Mariat (36) juga sering menerima perlakuan keras dengan pemukulan dari isterinya tersebut.

"Yang jelas, saat ini kami masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka dan meminta keterangan saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut," ucap Yulistiana.

Baca: Carok Berdarah di Sidoarjo, Ini Pengakuan Pembunuhnya yang Masih SMP

Baca: Momen-momen Tak Terlupakan di Piala Dunia, Gol Tangan Tuhan Maradona sampai Zidane Tanduk Materazzi

Seperti diketahui, SA (8) putra sulung pasangan Ani Masripah (34) dan Mariat (36) meregang nyawa setelah mengalami penganiayaan yang dilakukan ibu kandungnya sendiri menggunakan gayung, Rabu (20/6).

Diduga SA juga dibenturkan ke tembok dan digigit oleh ibu kandungnya.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved