Hati-hati! Terlalu Lama Cuti Bikin Kita Makin Malas Bekerja

Seharusnya, sidak dilakukan di hari-hari lainnya untuk mendisiplinkan pegawainya.

Hati-hati! Terlalu Lama Cuti Bikin Kita Makin Malas Bekerja
conditionallyaccepted.com
Illustrasi pekerja malas. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat ilmu hukum dan pemerintahan dari Universitas Katolik Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, mengatakan jumlah hari pada cuti bersama Idulfitri yang terus berubah tiap tahunnya dapat memengaruhi motivasi kerja dan pelayanan publik.

Contohnya, kata Asep, cuti Idulfitri tahun ini jumlahnya hampir dua kali lipat cuti bersama tahun sebelumnya, yakni delapan hari dan belum termasuk dua hari libur Idulfitri.

Hal ini membuat masyarakat terutama ASN tidak bisa merencanakan cutinya dengan baik.

"Tahun lalu cutinya cuma empat hari, sedangkan tahun ini delapan hari. Pegawai akan kebingungan dan sulit menyesuaikan diri dan berujung pada penurunan motivasi kerja," kata Asep saat dihubungi, Rabu (20/6).

Asep mengatakan, dengan libur dan cuti bersama yang panjang ini, pegawai yang biasanya libur empat hari dapat menjadi malas, menggunakan libur untuk bersenang-senang, bukanya mendapat motivasi dan semangat kerja yang lebih baik.

"Akibat yang paling jelas dari terlalu panjangnya cuti bersama adalah terhentinya pelayanan publik dalam waktu yang lama. Mulai dari perizinan sampai banyak hal lainnya," katanya.

Asep pun mengkritik kepala daerah yang hanya melakukan sidak kehadiran dan apel hanya di hari pertama masuk kerja setelah cuti bersama.

Seharusnya, sidak dilakukan di hari-hari lainnya untuk mendisiplinkan pegawainya.

"Malah menjadi kebanggaan bagi kepala daerah jika tingkat kehadiran apel itu 99 persen di hari pertama. Saya jadi aneh dan tidak setuju itu, untuk apa bangga. Seharusnya itu dilakukan juga di hari lainnya," katanya.

Jumlah hari cuti bersama yang selalu berubah setiap tahunnya, kata Asep, mencerminkan ketidaksiapan pemerintah dalam mengatur pegawainya.

Seharusnya, jumlah hari cuti bersama disamakan setiap tahunnya sehingga para pegawai bisa membuat perencanaan libur dan masyarakat bisa menyesuaikan diri dengan keabsenan pelayanan publik. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved