Arus Balik Lebaran 2018

Pemda Kabupaten Bandung Janji Akomodasi Pendatang Baru Setelah Lebaran 2018

Kota Bandung dan Kabupaten Bandung turut menjadi tujuan pendatang baru seusai Lebaran ini.

TRIBUN JABAR/TIAH SM
Puluhan warga ber-KTP luar Kota Bandung yang baru datang di Terminal Cicaheum langsung digiring ke meja pendataan yang di terminal tersebut, Sabtu (25/07/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG- Arus balik Lebaran sudah 2018 mulai terjadi sejak H+3 Senin (18/6/2018).

Dari tahun ke tahun, momentum arus balik lebaran ini kerap kali dimanfaatkan masyarakat desa untuk pindah ke kota-kota besar.

Urbanisasi ini dilakukan demi mencoba peruntungan atau mengadu nasib di kota-kota besar. Jakarta menjadi salah satu kota tujuan favorit tujuan urbanisasi.

Kota Bandung dan Kabupaten Bandung turut menjadi tujuan pendatang baru seusai Lebaran ini.


Asisten II Kabupaten Bandung, H Marlan, mengatakan alasan Kabupaten Bandung akan turut diserbu pendatang baru karena memiliki banyak industri dan pabrik.

Sebagai langkah antisipasi lonjakan pendatang, pihaknya melakukan operasi yustisi KTP pada pendatang.

"Bupati sudah menyampaikan Kabupaten Bandung akan diserbu kaum urban. Karena kami banyak memiliki industri. Oleh karena itu kami akan jaring dengan operasi yustisi KTP dan yg lainnya," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar, Rabu (20/6/2018).

Baca: Enam Anggota Keluarganya Hilang di Danau Roba, Ryan Afandi Berharap Mukjizat

Marlan menegaskan pihaknya tidak akan menolak atau bahkan memulangkan kaum urban tersebut.

Bahkan pihak Kabupaten Bandung bersedia mengakomodasi kebutuhan para pendatang baru tersebut selama lapangan pekerjaan yang dibutuhkan masyarakat desa tersedia di wilayahnya.

"Kami tak ada kebijakan menghalangi atau menolak pendatang. Selama memang itu bisa diakomodiasi oleh pemerintah daerah, kenapa tidak. Selama lapangan kerjanya ada dan tak menjadi beban pemerintah daerah," katanya.


Asal, kata Marlan, para pendatang baru di Kabupaten Bandung ini harus mematuhi peraturan dengan tertib administrasi kependudukannya.

Meski tidak mengetahui pasti, angka kaum pendatang ini di Kabupaten Bandung cukup tinggi tiap tahun.

"Mereka masih warga Indonesia, kalau bisa dari kita, kenapa tidak. Tahun lalu juga cukup banyak, tahun ini kita lihat nanti data pastinya dari Disdukcapil seperti apa," ujarnya. (*)

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved