Qiscus, Startup asal Yogyakarta Garap Pasar Layanan Messaging, Ingin Pimpin Pasar Asia Tenggara

Startup asal Yogyakarta itu menargetkan menjadi pemimpin pasar di Indonesia dan Asia Tenggara dalam 3-5 tahun ke depan

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Siti Fatimah
CEO Qiscus, Delta Purna Widyangga, di Bandung, Senin(11/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR. CO. ID, BANDUNG- Qiscus, satu di binaan Indigo.id bidang komunikasi digital asal Yogyakarta, telah memiliki 300 klien dengan 4 juta user seluruh dunia yang memberikan pendapatan kisaran Rp200-300 juta per bulan.

CEO Qiscus, Delta Purna Widyangga, mengatakan klien dari layanan messaging untuk profesional tersebut dilanggani tidak hanya dari Indonesia tapi juga Asia Tenggara hingga Eropa dan Amerika.

Melalui pencapaian tersebut, Startup asal Yogyakarta itu menargetkan menjadi pemimpin pasar di Indonesia dan Asia Tenggara dalam 3-5 tahun ke depan dengan target pendapatan 100 juta dollar dari kawasan tersebut.

"Dengan mengikuti inkubator Indigo, kami sudah mempunyai akses ke jejaring PT Telkom Indonesia yang kuat, baik induk perusahaan, anak perusahaan, hingga customer base mereka," katanya di Bandung, Senin (11/6/2018) .


Menurutnya, Qiscus menjadi binaan yang diberikan layanan mentoring, komunitas, hingga akses pendanaan dari Indigo.id, sehingga optimistis bisa mencapai target.

Delta mengatakan, visi perusahaan tersebut realistis karena sebagai perusahaan penyedia chatting platform untuk aplikasi mobile dan website, hal ini selaras dengan prilaku kalangan profesional di Indonesia dan Asia Tenggara yang menggemari diskusi daring saat bekerja kantor.

Di sisi lain, potensi pesan instan ini sangatlah besar karena riset menunjukkan return of investment dari chat sebesar 301% jika diimplementasikan dengan baik.

Lagipula, melalui Qiscus, adopsi teknologi komunikasi chat menjadi sangat cepat (6 bulan jadi 2 minggu), lebih murah (menyelamatkan ratusan ribu dolar), sekaligus mampu memenuhi ekspektasi komunikasi pelanggan.

Baca: Menikah dengan Lelaki Muda, Nenek Berusia 78 Tahun itu Kini Hamil Tujuh Bulan

Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2013 oleh empat sahabat yakni Delta Purna Widyangga, Amin Nordin, Muhammad Md Rahim, dan Evan Purnama. Mereka menawarkan sejumlah menu berbeda daripada layanan sejenis yang cuma-cuma.

"Qiscus punya banyak fitur yang siap untuk dipakai tanpa banyak konfigurasi, mulai dari kemampuan real time, typing indicator, online presence, read receipt, berbagai media handling, dan lainnya. Ini juga sangat fleksibel karena bisa digunakan mulai dari konsultasi, member engagement, customer service, dan banyak lainnya," katanya.

Delta mengatakan, platform miliknya memungkinkan berbagai integrasi mulai dari integrasi chatbot, video call, data analytics, payment ataupun lainnya.


Selain itu, Qiscus bisa menangani hingga mendekati 1 juta user chatting sekaligus namun aman dari sisi terkait enkripsi dan on-premise deployment.

Menurutnya, kelengkapan itu yang membuat respons pasar sejauh ini sangat baik ditunjang peningkatan ekspektasi konsumen yang tinggi terkait chat.

Selain digunakan beragam penggunaan, pihaknya juga punya banyak segmen mulai dari startup, pemerintahan, komunitas, dan enterprise serta berbagai macam industri seperti kesehatan,pendidikan, e-commerce, sosial, dan sebagainya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved