Liga 1
Kewenangan Djanur Tangani PSMS Medan Dicabut Manajemen Klub, Ini Alasannya
Dodi membela diri bahwa hal ini bukan mengebiri kewenangan Djanur sebagai pelatih kepala.
TRIBUNJABAR.ID - Djadjang Nurdjaman kini tak memiliki kewenangan penuh dalam menangani PSMS Medan.
CEO PSMS Medan, Dodi Taher, mengatakan Djadjang tak akan dibiarkan sendirian dalam menangani Skuat Ayam Kinantan di putaran kedua kompetisi Liga 1 2018.
Djanur -sapaan Djadjang Nurdjaman- hanya bisa merekrut pemain anyar setelah berkonsultasi dengan manajemen dan sejumlah legenda tim yang ditunjuk oleh klub.
Dodi membela diri bahwa hal ini bukan mengebiri kewenangan Djanur sebagai pelatih kepala.
Baca: Segini Jumlah Keuntungan yang Diraup Jasa Penukaran Uang Perorangan per-Harinya
“Sebenarnya ini kan tidak merugikan Djadjang Nurdjaman. Malah membantu meringankan bebannya memikirkan PSMS,” kata Dodi.
“Kami tentu tidak akan biarkan PSMS kalah. Kami harus cepat membenahi. Soal pemain ini, nanti kami harus sama-sama memutuskan. Dia tidak boleh sendiri lagi. Harus ada koordinasi,” tambahnya.
Dodi mengatakan sebelumnya Djadjang berkuasa penuh dalam perekrutan pemain, namun kini pelatih yang akrab disapa Djanur harus melibatkan sejumlah legenda PSMS dalam pengambilan keputusan.
Baca: Lawan Persib Bandung, Pemain PSMS Jebolan Diklat Persib Ini Ungkapkan Perasaannya
Menurut Dodi, keputusan ini bukan berarti mengartikan Djanur gagal. Pengurus lebih senang menyebutnya dengan istilah bahwa pemain pilihan Djanur kurang berkualitas.
“Djadjang bukan gagal, tapi kurang berhasil. Mungkin waktu cari pemain dia kurang diskusi. Makanya kita panggil Suharto biar bisa diskusi. Tidak ada tujuan negatif ini hanya untuk kebaikan PSMS," ucap Dodi.(BolaSport.com)
CIA Beberkan Dokumen dari Komputer Osama bin Laden, Ada Video Tentang Dirinya dan Anime Jepang https://t.co/nLGP23qlZg via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) June 11, 2018
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/djanur_20171124_160926.jpg)