Senin, 1 Juni 2026

Pilgub Jabar

Bercermin dari Masalah Hukum Mak Cicih, Dedi Mulyadi Akan Buat Tim Ini

erbagai kasus, kerap dia temukan di Jawa Barat. Mulai dari kasus Didin Cacing di Cianjur, Ibu Rokayah di Garut dan terakhir Mak Icih di Kota Bandung.

Tayang:
Penulis: Haryanto | Editor: Yudha Maulana
Tribun Jabar/Haryanto
Dedi Mulyadi bertemu dengan Mak Cicih di rumahnya, Pasawahan, Purwakarta 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana akan membentuk tim advokasi hukum  untuk warga yang kurang mampu.

Hal tersebut dikatakannya karena bercermin pada kasus Mak Cicih, yang digugat empat anak kandungnya dan kini dilaporkan ke polisi.

Menurut dia, tim ini akan bekerja mendampingi kasus hukum warga Jawa Barat di berbagai tempat.

Rencana yang dikhususkan untuk warga Jabar yang kurang mampu atau tidak mengerti hukum, ia sampaikan di kediamannya, Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta.

“Kasus ini bukan pertama kali saya dan teman-teman tangani. Saya berpandangan, ini tidak boleh terus terjadi kedepannya. Karena itu, harus ada tim khusus nanti yang mendampingi orang-orang seperti mereka,” ucap Dedi, Kamis (7/7/2018).

Baca: Cerita Ali Banat, Vonis Kematian Buka Matanya untuk Serahkan Seluruh Harta untuk Kaum Miskin

Berbagai kasus, kerap dia temukan di Jawa Barat. Mulai dari kasus Didin Cacing di Cianjur, Ibu Rokayah di Garut dan terakhir Mak Icih di Kota Bandung.

Keawaman mereka mengenai masalah hukum serta tidak mengerti harus menghadapinya, kerap menjadi kendala dalam menjalani prosesnya.

Selain awam, ketiadaan biaya untuk membayar jasa pengacara, seringkali menjadi persoalan tersendiri.

Oleh karena itu, tim yang akan dibuatnya ini, dibiayai oleh insentif anggaran Pemprov Jabar atau anggaran lain yang dimungkinkan.

Baca: Indahnya Berbagi, Shakti Hotel Bandung Gelar Buka Puasa Bersama Ratusan Anak Yatim

“Artinya, Negara dalam hal ini Pemprov Jabar harus membantu, ya, itu, membiayai, biasa APBD atau sumber lain yang tidak melanggar aturan,” katanya menjelaskan.

Mengenai personil tim advokasi hukum warga kurang mampu itu. Dedi mengaku akan melibatkan para lulusan universitas terkemuka di Jawa Barat.

Selain itu, universitas negeri tingkat kabupaten/kota di Jawa Barat pun akan diikutsertakan.

Sinergitas antar pemerintah dan universitas terbaik di Jabar ini diuji dalam hal rencananya itu.

Ia pun menyebutkan beberapa universitas maupun perguruan tinggi yang memiliki jurusan hukum terbaik.

Baca: Sirion Meluncur Masuk ke Jurang di Naringgul, Sopir Tewas di Tempat, Satu Lainnya Luka Berat

Seperti halnya Unpad, UI, Unpar, Unpas dan Unisba, hingga tingkat kabupaten/kota ada Unsil, Unsika, Unigal dan sebagainya.

Orientasi para lulusan terbaik itu menurut Dedi perlu diarahkan untuk membela hak-hak orang miskin.

Sebagai sarjana hukum, para mahasiswa itu perlu merasakan perjuangan mengadvokasi warga yang tidak memiliki biaya saat berperkara hukum.

“Justru saat ada dalam kondisi itu, banyak pengacara yang malah keluar biaya. Itu indahnya memperjuangan warga. Saya kira, orientasi ini harus diarahkan untuk sarjana hukum fresh graduate,” ujar dia.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved