Breaking News:

Kisah Menarik di Balik Sejarah Tradisi Mudik, Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan Majapahit

Jika kembali ke masa lalu, seperti apa sejarah mudik? Ternyata, ada cerita menarik di dalamnya.

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Ribuan kendaraan melintasi jalur Pantai Utara (Pantura) Subang dari arah barat atau dari arah Jabodetabek menuju timur, Jumat (2/8) malam. Perhitungan manual yang dilakukan Dishub Kabupaten Subang, di H-6 lebaran ini, total kendaraan tercatat melintas pantura Subang sebanyak 32.002 kendaraan. 

TRIBUNJABAR.ID - Lebaran kerap diidentikan dengan tradisi mudik. Para perantau kembali ke kampung halaman, melepas rindu, dan berkumpul dengan keluarga besar.

Pilihan cara untuk kembali ke kampung halaman juga semakin beragam.

Jika kembali ke masa lalu, seperti apa sejarah mudik?

Ternyata, ada cerita menarik di dalamnya.

Dosen Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Silverio Raden Lilik Aji Sampurno mengungkapkan, mudik sudah ada sejak zaman Majapahit dan Mataram Islam.

"Awalnya, mudik tidak diketahui kapan. Tetapi ada yang menyebutkan sejak zaman Majapahit dan Mataram Islam," Silverio saat dihubungi Kompas.com, Rabu (6/52018) siang.

Dulu, wilayah kekuasaan Majapahit hingga ke Sri Lanka dan Semenanjung Malaya.

Baca: Top Skorer Liga 1 2017 Sylvano Comvalius Beri Kode Keras, Ingin Gabung Bali United Lagi?

Oleh karena itu, pihak kerajaan Majapahit menempatkan pejabatnya ke berbagai wilayah untuk menjaga daerah kekuasaannya.

Suatu ketika, pejabat itu akan balik ke pusat kerajaan untuk menghadap Raja dan mengunjungi kampung halamannya.

Hal ini kemudian dikaitkan dengan fenomena mudik.

Halaman
123
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved