Kapolri Minta Polisi Tingkatkan Kewaspadaan, Kelompok Teroris Anggap Ramadan Bulan Amaliyah

Artinya, kalau melakukan aksi di bulan Ramadan, menurut mereka pahala lebih besar dibanding bulan-bulan sebelumnya

Kapolri Minta Polisi Tingkatkan Kewaspadaan, Kelompok Teroris Anggap Ramadan Bulan Amaliyah
Istimewa
Kapolri Jenderal Tito Karnavian 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan pihaknya terus berusaha melakukan pengamanan dan memonitor aksi teror, jelang Hari Raya Idul Fitri.

Alasannya, ia mengatakan kelompok radikal memang kebanyakan melakukan aksi teror di bulan Ramadan lantaran menganggap amaliyah yang dilakukan di Bulan Suci ini akan mendapat pahala.

"Ini adalah hari besar bagi umat Islam namun kita perlu juga kewaspadaan karena kelompok-kelompok terorisme ini yang punya ideologi tersendiri itu justru menganggap bulan Ramadan itu adalah bulan amaliyah," ujar Tito Karnavian di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2018).

"Artinya, kalau melakukan aksi di bulan Ramadan, menurut mereka pahala lebih besar dibanding bulan-bulan sebelumnya. Bukan justru diam pas bulan Ramadan," katanya.


Jenderal bintang empat ini pun mencontohkan beberapa peristiwa teror yang memang terjadi jelang Lebaran, seperti bom Bali II dan bom Kedubes Australia.

Oleh karena itu, Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk terus memonitor jaringan teroris di berbagai daerah menjelang Lebaran.

"Beberapa peristiwa seperti bom Bali II, bom Kedubes Australia itu menyettingnya di bulan Ramadan," katanya. (Vincentius Jyestha Candraditya)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Kelompok Teroris Anggap Ramadan Bulan Amaliyah, Kapolri Minta Jajarannya Tingkatkan Kewaspadaan"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved