Macan Tutul Turun Gunung ke Pemukiman Warga di Pangalengan, Begini Penjelasan BBKSDA

Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Balai‎ Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar mengevakusi macan tutul tersebut.

Macan Tutul Turun Gunung ke Pemukiman Warga di Pangalengan, Begini Penjelasan BBKSDA
istimewa
Macan tutul dalam keadaan dibius dan dievakuasi petugas BKSDA Jabar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Seekor macan tutul terperangkap di kandang unggas milik Bambang warga Kampung Ciruntah, Desa Cihideung, Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Minggu (3/6/2018) malam.

Tiga ekor ayam dan dua ekor mentok dimangsa.

Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Balai‎ Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar mengevakusi macan tutul tersebut.

"Tim mendapat laporan dan langsung mendatangi lokasi kejadian. Kemudian memblokir kandang unggas tersebut untuk penangkapan dan tim kami menembak macan tutul tersebut dengan tembakan bius," ujar Kepala BBKSDA Jabar Sustyo Iriyono di kantornya, Jalan Gedebage Selatan, Kota Bandung Senin (4/6/2018).

Baca: Ratu Elizabeth II Disebut Ratu Keren, Pernah Ikut Perang Dunia II dan Bisa Gunakan Senjata

‎Saat ini, macan tutul tersebut dirawat di Kebon Binatang Bandung untuk perawatan karena masih terpengaruh obat bius. Macan tutul tersebut memiliki berat 25 kg dan berumur 1,5 tahun.

"Secepatnya kami akan lepas liarkan kembali macan tutul tersebut yang berasal dari kawasan CA Gunung Tilu," ujar dia.

Gunung Tilu sendiri berada di perbatasan Kecamatan Pangalengan dan Pasir Jambu serta Ciwidey.

Jika kita menuju Pangalengan menggunakan jalur tersebut, di sebelah kanan akan terlihat tiga gunung yang menyatu dan tampak ada tiga gunung.

Baca: Ini Pengalaman Menegangkan Danang Saat Sekandang dengan Macan Tutul di Kandang Ayamnya

Meski turun gunung, Sustyo menegaskan itu bukan karena habitat hutan yang rusak melainkan macan tutul yang tergolong usia remaja ini sudah bisa mencari mangsa sendiri.

"Penyebabnya dia ini remaja, sudah bisa mencari mangsa sendiri. Kemudian, dia terpisah dari kawanannya saat mencari makan. Karena yang pasti, habitat Gunung Tilu ini saya jamin vegetasinya 90 persen masih rapat, representasi dari hutan hujan tropis sehingga habitatnya masih terjaga," kata Sustyo. 

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved