Puluhan Rumah Hangus dan Rata dengan Tanah Setelah Terbakar di Gedebage

Puluhan rumah semipermanen hangus dan sebagian rata dengan tanah akibat terbakar di kawasan Gede Bage, Kota Bandung, pada Sabtu (2/6/2018).

Puluhan Rumah Hangus dan Rata dengan Tanah Setelah Terbakar di Gedebage
TRIBUN JABAR/FERRY FADHLURRAHMAN
Puluhan rumah semipermanen hangus dan sebagian rata dengan tanah akibat terbakar di kawasan Gedebage, Kota Bandung, pada Sabtu (2/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Puluhan rumah semipermanen hangus dan sebagian rata dengan tanah akibat terbakar di kawasan Gede Bage, Kota Bandung, pada Sabtu (2/6/2018).

Sampai saat ini pihak pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran.

Kebakaran di daerah Gedebage, Kota Bandung, Sabtu (2/6/2018).
Kebakaran di daerah Gedebage, Kota Bandung, Sabtu (2/6/2018). (ISTIMEWA)

Dilaporkan pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Bandung, belum ada informasi tentang kerugian akibat kebakaran tersebut.

Baca: Ini Sanksi untuk Fernando Soler dari PSSI, Imbas Protes Berlebihan saat Persib Vs PSM Makassar

Baca: MotoGP Italia 2018 - Dovizioso Pecahkan Rekor Top Speed Sirkuit Mugello

Namun beredar kabar bahwa kebakaran yang terjadi di Kampung Bedeng Buana Kuda, Gedebage Tengah, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage Kota Bandung, menghanguskan sekitar 40 bedeng atau gubuk yang terbuat dari triplek beratapkan terpal.

Sedangkan warga di sekitar lokasi menyebutkan setidaknya ada belasan rumah yang terbakar di area tersebut.

Sedangkan dari RW setempat tercatat ada 34 keluarga yang tinggal di area tersebut.

"Ada banyak rumah di situ. Area sempit begitu," ujar Aang (36) pada Tribun Jabar, Sabtu (2/6/2018).

Pihak Damkar sendiri sudah mengerahkan 6 unit mobil pancar pusat, 2 unit pancar timur dan 2 mobil penyelamat.

Api setidaknya dipadamkan selama dua jam saat laporan diterima sekitar pukul 19.30 WIB.

Kabid Penanggulangan DPKPB Kota Bandung, Sihar, menjelaskan bahwa pihaknya memperkirakan ada beberapa dugaan awal api.

"Saat kami melakukan pemadaman, ada yang bilang berasal dari petasan, juga ada yang bilang dari hawu (tempat pembakaran). Tapi hasil pengamatan tim, kami masih belum bisa memastikan sumber api dari mana," jelas Sihar. (*)

Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved