Aparatur Kelurahan dan Desa Ujung Tombak Pencegahan Terorisme Secara Dini

Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman terhadap mekanisme pencegahan terorisme di daerah

Aparatur Kelurahan dan Desa Ujung Tombak Pencegahan Terorisme Secara Dini
Istimewa
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jabar menggelar kegiatan Penguatan Aparatur Kelurahan dan Desa Dalam Pencegahan Terorisme Melalui FKPT Jabar di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (31/5/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jabar menggelar kegiatan Penguatan Aparatur Kelurahan dan Desa Dalam Pencegahan Terorisme Melalui FKPT Jabar di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (31/5/2018).

Kegiatan yang dibuka Pjs Bupati Sumedang Sumarwan Hadisoemarto itu termasuk dalam program bidang ekonomi sosial budaya dan hukum untuk memberikan pemahaman terhadap mekanisme pencegahan terorisme di daerah dan menggali berbagai pendekatan dalam upaya pencegahan terorisme

Hadir dalam kesempatan itu, Kasubdit Pengamanan Lingkungan BNPT Rahmad Suhendro; Kasubdit Fasilitasi Hubungan Antar Lembaga Pemerintah Direktorat Kewaspadaan Nasional Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri L Salman Al Farisi; Ketua FKPT Jabar Yaya Sunarya SH MH; dan perwakilan Polres Sumedang AKBP Dilam.

Dalam sambutannya, Pjs Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto, mengimbau masyarakat untuk memperkuat solidaritas dalam melawan terorisme dan radikalisme.


Sumarwan mengakui terorisme dan radikalisme merupakan tantangan seluruh elemen daerah di seluruh tanah air.

"Persoalan ini serius kami hadapi sekalian pencegahannya. Menguatkan langkah untuk melakukan sinergi menangani masalah terorisme agar dari pusat ke daerah berjalan dengan baik," ujar Sumarwan Hadisoemarto di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (31/5/2018).

Sumarwan Hadisoemarto mengimbau masyarakat untuk saling peduli dengan sesama dan lingkungan sekitarnya. Hal itu demi meningkatkan kewaspadaan oleh masyarakat.

"Semua pihak dari pelajar, pemuda, pemudi, dan masyarakat harus mempunyai preferensi yang sama untuk menghadapi terorisme," ujar Sumarwan.

Baca: Mengapa Hari Kelahiran Pancasila Diperingati Setiap 1 Juni Bukan 18 Juni? Ini Jawabannya

Apabila terdapat ajakan atau bujuk rayu, untuk mengikuti suatu doktrin menyimpang untuk menjadi teroris, Sumarwan meminta masyarakat Sumedang supaya selalu waspada agar tidak mudah tergoda. 

Halaman
123
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved